Semua orang berteriak sambil melindungi kepalanya agar tidak terkena patahan sangkar emas. Jenderal kota Emas marah. Dia menarik pedangnya menantang Jira. Namun, Jira kalap. Dia menyebarkan perubahan warna keluar dari kota Emas. Awan pelangi itu ikut berwarna ungu kegelapan. Takut, Jira mengangkat tangan dan mendongak menantang langit. Gelap gulita menjadi hitam pekat. Banyak orang menangis membuat penguasa kota bingung. Jenderal kota Emas mundur memandang langit. "Jenderal kota Bunga! Kau tidak bisa merusak alam hanya karena satu tujuanmu! Hentikan!" teriak Jenderal kota Emas. Wajah serius Jira mengunci bibir semua orang. Mereka tercekat, seorang laki-laki bertopeng datang dari atap istana tepat saat Jira ingin melepas kuasanya. Dia lompat dan mendorong dahi Jira hingga menabrak po

