Gua itu sangat dingin. Jira sudah cukup berpikir tentang segalanya. Tidak ada yang bisa dia lakukan selain menggunakan kekuatannya. Dikuasai atau menguasai kekuatan itu, Jira hanya melakukan keinginan hatinya. Keluar dari gua membawa kudanya menyusuri setiap jalan yang penuh pepohonan. Beberapa rumah berada di sela pohon, mereka ikut membeku. Hawa dingin tak mengganggu kudanya yang terus berjalan seiring langkah Jira. Tatapan kosong dengan telapak tangan terbuka. Sekali jentikan Jira mengubah warna tumbuhan lagi menjadi seperti semula. Perlahan dingin menghilang. Sekejap semua orang merasa lega, akan tetapi Jira kembali menjentikkan jari. Dengan pikirannya mengubah semua tumbuhan membusuk. Warnanya berubah menjadi cokelat. Semua orang kembali dilanda panik. Perlahan buah membusuk. Meng

