Matahari mulai terbit. Begitu lama Jira mendengar keluhan para warga yang keluar-masuk rumah untuk melihat kondisi tumbuhan lain. Mereka bahkan pergi ke ladang mereka sebelum pagi tiba. Kaki Jira sudah tidak bisa melangkah. Dia berdiri dengan tatapan kosong. Berada di sela rumah warga dan tertutup pepohonan membuat kehadirannya tidak disadari warga. Hari sudah cerah dan satu desa gempar. Mereka bingung antara lidah mereka yang mati rasa atau semua tanaman pangan yang rusak. Hidung mereka juga disalahkan karena tidak bisa mencium aroma. Hanya bau busuk dari selokan dan tempat kotor yang tercium. Harum dan segarnya pagi dari bunga tidak ada lagi. Mata mereka juga ditekan-tekan seakan salah melihat jika semua tumbuhan layu. Mereka berlarian membuat keadaan semakin buruk. Sampai pergi ke d

