Api tidak bisa padam karena kekuatan dari pendekar berkipas. Jira menjadi terkesan dan terus menyunggingkan senyum. Sedikit terganggu karena para pendekar itu memandangnya begitu lekat. Seolah-olah mereka sedang membaca pikiran Jira. "Apa yang membuat Jenderal datang kemari?" tanya pendekar berkipas. Jira mendongak. "Langit malam yang indah tanpa sinar bintang. Ada pertunjukan bela diri jadi aku ingin melihatnya. Kurasa ini perpaduan yang sempurna untukku," jawab Jira, kemudian memutar-mutar serulingnya. Empat pendekar itu mengerti yang dimaksud Jira. Mereka memandang seruling Jira dengan senyum tipis. "Bambu khusus itu bisa mengeluarkan nada yang indah ternyata. Apalagi untuk kematian. Kenapa kau membuat dirimu sedih? Hidup ini harus penuh tawa dan kebahagiaan. Ada banyak temp

