37. Pengrajin Senjata Bambu

2512 Kata

 Senang melihat hijaunya hutan, Jira masuk tanpa ragu. Penglihatannya cukup jelas meskipun tanpa penerangan. Namun, semakin masuk ke dalam hutan, semakin gelap. Jira tidak bisa merasakan tanda bahaya. Jalan hutan ditutupi rumput dan tidak ada tanah yang gersang. Jira sempat berpikir jika ada sumber air di dekat hutan. Teringat perkataan penguasa kota Air, ada sungai yang mengalir hingga hutan kota Besi dan disitulah tempat bunga melati tumbuh. Sayangnya, Jira tidak bisa merasakan air di dekatnya.   Langkahnya terhenti. Dia berada di tengah-tengah pohon besar. Memotong ranting yang memiliki daun dengan belati di serulingnya, lalu merubah warnanya menjadi jingga seperti obor. Saat Jira ingin melangkah, dia terpikirkan sesuatu.   "Tidak ada salahnya kalau mencoba kekuatanku lagi!" gumamnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN