Jira melihat raut wajah gembala itu nampak sedih. Merindukan semua orang yang berbeda di hadapannya. Sama memandang sebuah harapan, Jira menghela napas panjang. "Hei, kau lihat hijau itu lagi?" tanya Jira berbisik. Gembala itu terjingkat sadar. Dia menoleh ke Jira bodoh karena melamun. "Apa? Aku tidak melihatnya di sekitar sini," jawabnya ikut berbisik. "Lihat yang teliti! Itu sebuah petunjuk! Cepat cari lagi!" pinta Jira memaksa. "Iya, baiklah!" pasrah sang gembala. Dia melihat lagi ke pasar. Kali ini serius sesuai permintaan Jira. Setiap orang dan setiap tempat tidak luput dari pandangannya. "Jenderal, kalau ini berhasil, kau harus berikan aku topi jerami!" desis gembala itu tanpa mengalihkan pandangan dari pasar. "Sudah bagus aku mau membantumu, malah minta sesuatu!

