Fandy Diponegoro saat ini juga mengerutkan kening dan pandangannya bingung. Hanya saja dia berpikir dan merasa sebaiknya menunggu orang yang mengantarkan tiket, nantinya akan jelas semua. Fandy berjalan ke hadapan Welly dan bertanya, "Welly Jardian, tiket itu kira-kira berapa lama baru bisa sampai? Kamu lihat waktuya sudah hampir sampai, jangan sampai kita ketinggalan konsernya!" Fandy berpikir sejenak dan mendadak menyeringai, lalu berkata, "Oh ya Welly Jardian, kamu mengatakan kalau konser ini kamu yang mengadakan. Bagaimana kalau kamu rundingkan dengan orang di pintu masuk lokasi, biarkan kita masuk tanpa tiket saja." Fandy nampak sedikit gelisah, tapi dalam hati sebenarnya penuh dengan pikiran lain. Dia menghasut Welly agar membawa mereka masuk, hanya ingin membuktika

