“DUNIA ini kecil, ya,” ucapku tak percaya. Kedatangan Grace ke rumah sakit ialah untuk ibunya. Grace Hanna Atlantika, dialah adik Gara. Grace ini mahasiswa bimbinganku. Menurut cerita Allan, dialah yang membiayai rumah sakit ibu mereka. “Saya juga heran melihat Ibu Siwi mengenali mama saya.” Grace meletakkan ranselnya di bangku antara kami. Sepoi angin taman yang ditiupkan oleh dahan pohon akasia mengibarkan surai panjang gadis itu. Ia menyibak rambutnya ketika akan berbicara, “Saya minta maaf karena tidak sengaja mendengar cerita Ibu Siwi.” Kubiarkan tawa mengawali perkataanku, “Hidup saya menyedihkan sekali. Pernikahan kami baru berjalan beberapa bulan.” Aku melanjutkan cerita yang tadi dia dengar. “Ibu masih punya pilihan. Jika bersama akan bahagia, bertahanlah. Kalau berpisah lebih

