16] Tidak Boleh Berpisah

927 Kata

“SIWI.” Seorang wanita dengan rambut panjang yang terurai berdiri di hadapanku di depan butik langganan Mami. Dialah calon istri suamiku, kekasih suamiku. Wanita yang tersimpan rapi dalam hati dan kepala Lian. “Aku ingin bicara denganmu,” sambungnya setelah aku tersenyum menanggapi panggilannya. Seperti biasa dia langsung kepada hal yang diinginkan dan pergi ketika urusannya telah selesai. Kami memilih kafe dekat butik yang cukup ramai sebagai tempat ‘mengobrol’. “Lian belum menceraikanmu?” “Menurutmu?” Aku mulai jadi orang yang berprasangka. Harusnya kujawab dengan jujur, kenapa aku harus melemparkan pertanyaan? “Aku minta Lian dan kamu jangan bercerai. Kamu harus tetap menjadi istri Lian sampai waktu yang menyelesaikan semuanya.” Apa yang dia katakan barusan? Geram, tapi aku ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN