"Kau harus menyiapkan energi untuk malam nanti sayang," bisik Jeremy di telinga Anna. Seketika bulu kudu Anna meremang, suara Jeremy seolah menggelitiki gendang telinganya dan reflek ia memukul pelan bahu pria tersebut. "Jer!" Jeremy malah semakin menggodanya dengan memainkan kedua alis hitam tebalnya, "Tunggu nanti ya sayang." Ia mencuri start mencium pipi Anna. Membuat wajah wanita tersebut merah padam menahan malu, belum lagi kupu-kupu di perutnya menambah kesalah tingkahannya kali ini. "Aku berangkat," Jeremy beranjak dari kasur lalu pergi dengan santainya. Wajahnya sangat cerah, bahkan Anna rasa sinar matahari kalah cerah dengan wajahnya. Menyadari kepergian Jeremy, Anna langsung melipat kedua tangannya di depan d**a, "Sungguh aku tidak habis pikir dengan kelakuannya!" dengus An

