“Lea. Lea, kamu gak papa?” tanya Nathan curiga dan segera menghentikan mobilnya. Nathan tidak tenang melihat kondisi Alea. Sejak tadi Alea tidak bereaksi sama sekali. Nathan yang pernah tahu Alea pingsan karena kelelahan, sedikit trauma, siapa tahu hal itu terjadi lagi. Apa lagi, tadi dia melihat Alea berjalan pelan dengan badan yang lemas. Nathan melepas sabuk pengamannya. Tentu saja agar dia bisa mendekat ke Alea dan memeriksa keadaannya. “Sayang,” panggil Nathan pelan. Alea masih tidak merespon. Nathan semakin mendekat dan menajamkan penglihatan dan pendengarannya. “Tidur? Dia tidur?” ucap Nathan pelan. Nathan kembali mendekat untuk memastikan. “Eh ya ampun, di beneran tidur loh. Kok bisa ya dia langsung lelap gini. Pasti dia kecapekan ini.” Nathan tersenyum sendiri melihat keka

