“Vi,” panggil Alea. Viona menoleh ke Alea yang masih berdiri di belakangnya. “Apa?” “Em ... itu tem—“ “Vi, kamu di belakang gak papa kan? Lea lagi suapin aku makan soalnya,” sambung Nathan. Viona menunduk dan melihat ke Nathan. “Kamu lagi makan? Aku jug—“ “Vi, Lea pacarku. Tolong hargai pacarku,” tegas Nathan. Viona cemberut. Dia tidak suka dengan ucapan Nathan yang membela wanita miskin di sampingnya itu. Dari pada ramai dan malah membuat dia malu, Viona segera meninggalkan bangku depan dan dengan sangat terpaksa dia membuka pintu belakang. Alea tersenyum tipis saat dia melihat Nathan membelanya. Setidaknya, pria itu tidak mengabaikannya di depan Viona. Alea menoleh ke Nathan saat dia memasang sabuk pengamannya. Dia sedikit tersenyum dengan tatapan hangat ke kekasihnya itu. Nath

