“Hubungan? Hubungan apa?” Nathan agak sedikit terganggu dengan pertanyaan Alea. “Ya kan kamu pernah cerita punya pacar pas kamu SMP. Apa Viona orangnya?” Nathan menoleh. “Gak. Bukan dia. Kami cuma temenan aja kok.” Alea menatap tajam ke Nathan. “Beneran?” “Beneran kok.” Alea menatap bola mata Nathan. Ada sedikit keraguan di sana tapi Nathan tampak serius. Sepertinya Nathan mengatakan yang sebenarnya, meski perasaan Alea sedikit mengganjal. “Gimana kalo besok, Viona kita anterin bareng ke rumah sakit?” ajak Nathan tiba-tiba. “Bareng? Kamu yakin?” “Yakinlah. Aku gak mau kamu berpikiran macem-macem sama aku. Besok kamu bisa ijin gak?” Alea terdiam sejenak. Dia mencoba berpikir tentang tawaran kekasihnya. Alea merasa tidak enak pada Viona, karena nanti dia akan dianggap mengekang Na

