Damn! Nathan dibuat kaget dengan apa yang dikatakan oleh Alea. Sesuatu yang sangat dia khawatirkan ternyata terjadi juga. Alasan apa pun yang dia berikan, pasti akan membuat Alea kecewa. Sebuah kebodohan besar yang sebenarnya bisa dia hindari sejak awal. Alea masih menatap ke arah Nathan. Dia menatap goresan kegalauan di wajah pria yang dia sayang itu. “Than,” panggil Alea dengan suara lebih lembut. Nathan menatap Alea. Dia kemudian memegang setir mobilnya lebih erat. “Kita ngobrol di tempat lain,” ucap Nathan yang kemudian segera melajukan mobilnya lagi. Nathan siap menceritakan semuanya. Dia ingin mencari tempat yang nyaman, agar dia dan Alea bisa bicara dengan tenang. Alea membiarkan Nathan membawanya pergi lagi. Sepertinya pria di sampingnya itu membutuhkan suasana lain untuk m

