Mencoba Tenang Dengan Berpikir Dewasa

2069 Kata
" Kenapa pikiran ku begitu sangat sensitif seperti saat aku mengajukan penawaran untuk kucing tadi petugas itu sudah beberapa kali mengatakan jika kucing tersebut tak dijual, tapi aku tak sadar jika kau terus saja mengajukan penawaran untuk kucing itu sampai sepertinya petugas itu merasa kesal dengan aku yang begitu sangat ngotot memberikan penawaran kepada kucing tersebut. Dan bukan hanya itu aku begitu merasa sangat bingung dengan isi hati dan pikiranku dimana aku begitu sangat merasakan hal yang tak beres ada di sekitar ku saat aku melihat teman ku berbincang dengan salah satu karyawan toko tersebut, entah kenapa aku begitu sangat merasa jika ada sesuatu yang tak beres dengan teman ku tersebut, dan perasaan itu begitu bertambah besar dan menjadi sangat terasa ketika dia ada di dekat ku. Aku sangat merasa bingung dengan semua ini, ada apa sebenarnya dengan ku?"ujar Sang dalam hatinya menjadi menyalahkan dirinya sendiri karena perasaan dan pikirannya yang begitu sensitif mengenai sebuah hal yang sebenarnya tak bisa dia buktikan kebenaran jika memang ada hal yang tak beres sedang terjadi di sekitarnya. Sampai Sang tak sadar saat itu waktu sudah berjalan dengan cepat sampai ketika Sang terus saja berpikir seperti itu Sang di kagetkan dengan pintu kamarnya yang di ketuk oleh seseorang, dan saat Sang merasa sedikit kaget Sang pun mendengar panggilan kepadanya dan suara itu ternyata adalah suara dari Yang yang bicara jika sudah waktunya untuk makan malam hari ini, sehingga Sang pun langsung saja Yang suruh untuk keluar dari kamarnya dan makan malam bersama saat itu. Tentu saja tanpa menolak ajakan Yang saat itu Sang dengan cepat langsung saja pergi keluar kamarnya dan mengikuti Yang ke dapur untuk membawa makan malamnya dan makan bersama di meja makan. " Sang entah aku benar atau tidak mengenai diri mu sekarang, tapi aku begitu yakin jika dari dulu dan sampai sekarang kau masih saja memiliki sebuah sikap yang tak di miliki oleh orang kebanyakan, yaitu sikap mu yang tak bisa berbohong dan menyembunyikan sesuatu Sang, apapun itu. Termasuk sekarang kau yang begitu jelas sedang memikirkan mengenai sesuatu yang entah apa itu Sang, tapi dengan yakin aku katakan padamu sekarang jika kau benar-benar terlihat seperti orang yang sedang memiliki beban pikiran Sang, jika bukan beban kau memiliki sesuatu yang menjadi pikiran mu Sang, itu yang aku lihat di wajah ku sekarang Sang. Bagaimana dengan pekerjaan mu tadi, kau mengunjungi sebuah toko kan dan apa kau puas dengan kunjungan mu itu, kau mendapatkan sesuatu Sang?"ujar Yang dengan yakin menebak jika Sang sedang dalam keadaan yang memiliki sebuah beban pikiran yang membuat dirinya melamun seperti ini. " Aku, aku, maaf bu aku memang sedang memikirkan sesuatu dan sesuatu tersebut adalah hal yang memang aku dapatkan tadi di kunjungan ke sebuah toko bu, maaf aku seperti orang bodoh yang terus saja melamun membawa pikiran itu sampai kemari bu, aku begitu terobsesi dengan aku yang bisa merasakan kehidupan bebas di luar sana, maksud ku aku jadi berpikir sepertinya akan menyenangkan jika aku melakukan sebuah camping di alam bebas hehehe. Aku begitu berpikir mengenai hal itu karena di toko tadi begitu banyak peralatan yang mereka jual termasuk mereka menjual peralatan camping dan seperti untuk hunting begitu bu sehingga aku begitu tergoda dan tertarik untuk melakukan hunting atau camping bu hehehe. Tapi aku tentu berpikir situasi sekarang bu meskipun aku berpikir seperti itu tapi aku lebih memikirkan dan mencemaskan mengenai keadaan mu dan tempat kita tinggal sekarang ini, yang tentu saja keinginan ku ini hanya menjadi sebuah khayalanku saja untuk saat ini. Maaf bu aku sampai mengalami lamunan panjang yang di sebabkan karena hal sepele seperti ini hehehe, sekarang sudahlah bu ayo kita lanjutkan makan kita bu,"ujar Sang saat itu mengatakan apa yang membuat dirinya melamun meskipun Sang tak menjawab pertanyaan Yang dengan berbohong karena Sang tak ingin jika masalahnya yang tak terlalu penting untuk Yang ketahui harus Sang bicarakan. " Baguslah jika kau merasa senang dan puas dengan kunjungan mu itu Sang ibu mengerti dengan apa yang kau inginkan Sang dan kau pun tak salah jika sampai kau memiliki keinginan untuk pergi ke tempat yang kau inginkan Sang, tapi terima kasih untuk mu yang memikirkan situasi sekarang sampai membuat mu tak berpikir untuk pergi melakukan apa yang kau inginkan karena lebih memikirkan dan mencemaskan keadaan ku di sini. Terima kasih nak kau anak yang baik, set lah keadaan normal dan semua kejadian yang membuat situasi di tempat kita tinggal ini kembali normal dan aman aku tak akan sampai melarang mu pergi nak,"ujar Yang bicara seperti itu bahkan memuji Sang yang begitu memikirkan mengenai keselamatan dan keamanan Yang di saat situasi sekitar sedang tak begitu baik dan bisa saja mengancam keadaan mereka yang ada di tempat tersebut termasuk Yang. " Ya tentu saja bu aku melakukan ini dengan sangat ikhlas dan dengan sangat sadar, kau ini ibuku tak mungkin aku mementingkan kesenangan ku tapi aku tak menghiraukan keselamatan mu, dan mengacuhkan apa yang sekarang sedang melanda tempat kita tinggal bu, aku tak mungkin melakukan itu semua dan aku tak mungkin sampai tega meninggalkan ibu sendirian untuk waktu yang lama dalam situasi seperti ini, jadi ibu tenang saja karena aku akan selalu ada di samping ibu aku akan terus menjaga ibu. Terima kasih juga bu untuk ijinnya tapi meskipun aku ingin pergi aku sepertinya akan lebih mempertimbangkan segala sesuatu dan yang utama mengenai keadaan mu bu,"ujar Sang menjawab perkataan Yang dengan tentu saja berkata jika keselamatan Yang adalah yang utama dan Sang tak akan sampai mau pergi jika ada hal yang kurang beres mengenai keselamatan ibu nya. Setelah itu pun mereka lanjut saja menyantap makan malam mereka sampai akhirnya mereka pun selesai makan dan membereskan semuanya sehingga mereka masuk ke kamarnya masing-masing. Yang saat itu masuk menjalarnya untuk langsung saja beristirahat sementara Sang tak melakukan itu karena pikirannya masih saja tak bisa melupakan apa yang sudah terjadi tadi siang di toko tersebut, tapi meskipun saat itu Sang masih saja memikirkan hal siang tadi Sang tiba-tiba teringat pesan dari pedagang tersebut tadi siang, dimana pedagang tersebut memberikan sebuah saran agar Sang lebih bisa dewasa dan lebih memperbaiki dirinya terutama mengontrol dirinya agar bisa mengatasi emosi dan egonya yang sejujurnya Sang begitu sangat mudah di kuasai oleh ego nya sehingga tak bisa mengontrol dirinya sendiri seperti yang terjadi dari tadi siang di toko tersebut, dimana Sang sampai di usir dari toko karena egois terus saja memberikan tawaran untuk kucing tersebut meskipun sudah beberapa kali petugas mengatakan jika kucing itu tak di jual. " Lebih baik aku mengalihkan perhatian ku dengan tidur saja sepertinya itu akan berhasil, pedagang itu benar aku harus bisa lebih membenahi diri ku dan yang paling utama adalah menjaga ego dan emosi ku agar aku bisa mengontrol diri ku,"ujar Sang dalam hatinya saat itu dengan langsung saja mencoba untuk tidur dengan menutup matanya. Meskipun sedikit sulit tapi akhirnya Sang bisa menutup matanya dan tertidur malam itu, dan tentu saja tujuannya melupakan permasalahan yang terus saja Sang ingat tentang kejadian siang tadi Sang pun akhirnya bisa melupakan itu. " Embeeee, embeeeeee," Mata Sang seketika terbuka karena begitu jelas mendengarkan suara domba yang sangat keras dan domba tersebut bersuara seperti seseorang yang ketakutan sampai akhirnya Sang pun langsung saja teringat dengan domba yang dilihatnya dengan Yang tadi sore sampai akhirnya entah apa yang merasuki Sang saat itu karena dengan tiba-tiba masuk ke pemikiran cemas dan merasa khawatir dengan domba yang Sang lihat tadi sore. Entah apa yang saat itu membuat Sang berpikir untuk mendatangi dan melihat domba tersebut tapi saat Sang kembali ke ruangan yang bisa melihat domba tersebut dengan jelas Sang melihat ceceran darah dan kagetnya lagi saat itu Sang melihat domba tersebut yang tergeletak sepertinya sudah tak bernyawa karena Sang cukup jelas melihat jika domba tersebut hanya tersisa sebagian tubuhnya saja, dengan lidah yang menjulur keluar dan tergeletak di kandang begitu saja Sang pun benar-benar dibuat sangat kaget dan ketakutan. " Siapa yang begitu tega melakukan ini, domba tersebut hanya tersisa setengah dari tubuhnya. Ternyata sepertinya apa yang di katakan ibu benar, saat tadi kita melihatnya ibu mengatakan jika domba tersebut seperti sedang merasa gelisah dan cemas sepertinya karena hal ini, domba tersebut sudah merasa cemas dari awal dan sekarang terjadilah tragedi ini yang membuatnya terbunuh dengan keadaan yang mengerikan,"ujar Sang saat itu kaget berkata seperti itu dengan dirinya yang melihat jelas jasad domba yang tergeletak dengan hanya setengah dari bagian tubuhnya saja. Sampai ketika Sang melamun melihat domba tersebut tak sengaja Sang melihat sekelebat bayangan hitam yang melewati jasad domba tersebut, sehingga hal itu tentu saja membuat Sang begitu kaget kembali tapi penasaran apa yang sebenarnya di lihat Sang, dengan rasa penasarannya Sang pun mencoba melihat ke arah domba tersebut dan mencari apa yang sebenarnya lewat barusan, tapi sayang Sang tak bisa melihatnya sehingga penglihatan Sang pun hanya kembali tertuju ke domba yang tergeletak mengenaskan lagi. Ketika Sang melihat ke arah domba tersebut lagi betapa terkejutnya Sang saat itu karena Sang melihat makhluk yang membuatnya merinding dan tak terduga saat itu makhluk tersebut mendekat domba tersebut dan terlihat dengan jelas makhluk tersebut sepertinya menggerogoti tubuh domba tersebut sampai karena tak tega melihat ini dan merasa takut akan hal itu Sang pun perlahan mundur langsung saja berniat untuk pergi dari sana. Sang pun terduduk dengan lemas dan pikirannya yang benar-benar merasa takut akan makhluk mengerikan yang barusan Sang lihat seperti menggerogoti tubuh domba tersebut, bahkan saking menakutkannya Sang pun terduduk lemas dengan wajahnya yang di basahi oleh keringat. Tanpa bicara apapun saat itu Sang hanya terus saja memikirkan mengenai tragedi mengerikan tersebut, entah apa yang terjadi malam itu tapi Sang di sadarkan oleh Yang yang saat itu memeluk dirinya dengan menangis di keadaan hari yang sudah mulai terang karena cahaya matahari yang mulai terbit menunjukan jika hari itu sudah mulai pagi menjelang siang. " Sang syukurlah kau sadar, aku begitu mencemaskan mu, kenapa kau bisa tidur di lantai dengan kondisi duduk seperti ini Sang, apa yang terjadi?"ujar Yang sambil memegang wajah Sang bertanya bersama dengan nada bicaranya yang khawatir melihat Sang seperti itu. " Oh bu maaf mencemaskan mu dengan aku yang bisa-bisa nya tertidur di lantai seperti ini, maaf bu. Aku tak apa-apa hanya saja tadi aku merasa sangat gerah sehingga aku berniat untuk mencari angin dengan keluar dari kamar ku tapi karena tak kuat menahan perasaan nyaman karena mendapatkan udara segar aku jadi malah terduduk di lantai sampai tertidur seperti ini maaf bu,"ujar Sang menjawab pertanyaan Yang dengan wajah yang tak menunjukan rasa takut apa lagi cemas, karena tak ingin sampai membuat Sang merasa lebih khawatir lagi. " Sang menjawab pertanyaan Yang dengan berbohong karena jika sampai Sang mengatakan hal yang sebenarnya terjadi terhadap Sang yang membuatnya sampai bisa tak sadarkan diri tentu saja Sang berpikir itu akan membuat Yang merasa lebih khawatir dan cemas terhadap Sang dan terhadap keadaan yang sedang dia hadapi sekarang, sehingga Sang pun menjawab pertanyaan Yang dengan berbohong tapi Sang berbohong seperti itu untuk tujuan yang baik. " Apa kau yakin Sang? ibu begitu khawatir dengan mu yang ibu temukan tertidur dengan keadaan terduduk disini, ibu khawatir jika sampai terjadi hal yang memang membuat mu mengalami hal yang buruk seperti ini Sang,"dengan khawatir Yang kembali bicara kepada Sang mengenai Yang yang menemukan Sang tidur dengan posisi terduduk seperti itu. " Iya bu aku yakin, lihatlah aku bu apa kau melihat ada yang salah dari diri ku ini bu? aku segar dan sehat seperti ini jadi kau tak usah khawatir karena kenyataannya aku memang ketiduran dan keenakan saat aku mendapatkan udara sejuk dan nyaman di sini dari pada di dalam kamar yang membuat ku merasa begitu gerah bu. Ayo bu sekarang kita ke bawah, ini sudah waktunya sarapan kan?"ujar Sang kembali menegaskan jika dirinya benar-benar jujur tak mengalami hal yang buruk dan langsung saja mengalihkan perhatian Yang dengan mengajak dirinya untuk sarapan. " Ya ibu memang melihat mu dalam kondisi baik Sang dan ibu pun tak melihat jika kau mengalami tekanan mental, baiklah sepertinya kau memang menjawab dengan benar pertanyaan ku dan tak ada yang kau sembunyikan dariku, tapi Sang ibu harap kau tak melakukan hal itu kembali, jika kau merasa gerah tidur di kamar kau bisa tidur di sofa kan Sang, tidak tidur di lantai dengan posisi terduduk seperti ini, karena ibu tentu saja begitu kaget melihat mu yang seperti ini Sang. Oh ya Sang maaf ini ibu terlalu khawatir melihat mu seperti ini sampai ibu lupa jika ini sudah lebih dari waktunya untuk sarapan, baik ayo Sang,"ujar Yang memberikan saran kepada Sang, dan memperingatkan agar Sang tak melakukan hal seperti ini lagi karena ini membuatnya begitu khawatir.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN