Apa Sebenarnya Itu?

2521 Kata
Singkat cerita Sang dan Yang sudah menyiapkan makanan dan menyantap sarapan mereka saat itu, dan Yang pun langsung saja membereskan berkas makan mereka, sampai Yang pun langsung saja bertanya mengenai Sang yang hari ini sepertinya terlihat santai dan tak terburu-buru seperti hari biasanya ketika Sang terus saja merasa terburu-buru jika pagi hari karena tak ingin terlambat untuk bekerja. " Sang kau tak terlihat seperti biasanya, dan yang paling ibu lihat perbedaan dari mu sekarang adalah kau yang tak seperti biasanya terburu-buru untuk bekerja, apa ada masalah Sang?"ujar Yang bertanya. " Oh ibu maaf aku, tidak ada apa-apa dengan ku bu, dan aku terlihat melamun seperti ini karena aku sedang memikirkan alasan apa yang aku akan berikan kepada bisa ku hari ini, karena entah kenapa hari ini aku merasa tak ingin pergi bekerja dulu bu. Lama aku bekerja di sana dan tak pernah satu kali pun aku ijin meninggalkan pekerjaan, dan sekarang sepertinya aku akan ijin satu hari untuk beristirahat lebih bu, dan yang aku pikirkan sampai melamun seperti itu karena aku sedang memikirkan alasan apa yang aku bisa berikan agar bos ku mengijinkan ku ijin tak amsuk bekerja hari ini hehehe. Tak apa-apa kan bu hari ini aku ingin beristirahat lebih di rumah saja,"ujar Sang memberikan jawaban atas apa yang Yang tanyakan padanya mengenai sikap Sang yang terlihat tak biasa oleh Yang saat itu. " Oh ya Sang sudah cukup lama kau bekerja di sana tapi kau tak pernah bolos, atau ijin sehari pun untuk tidak bekerja kau tentu saja anak yang rajin dan seharusnya kau memiliki nilai lebih di mata bos ku untuk kerajinan mu bekerja seperti ini Sang, dan jika kau tanyakan itu kepada ibu tentu saja kau memiliki hak untuk mu yang sekarang ingin mendapat jam istirahat lebih Sang. Dan jika kau memikirkan itu kau tak usah pusing memikirkannya Sang bilang saja jika hari ini kau tak bisa masuk kerja karena ingin mendapatkan jam istirahat lebih, itu tak akan masalah dengan bos mu kan Sang?"ujar Yang memberikan saran kepada Sang bagaimana seharusnya Sang menyikapi hal ini tanpa harus pusing apa lagi berbohong mengenai cara dirinya meminta ijin untuk beristirahat hari ini dan tak masuk bekerja. " Oh ya maaf bu ini pertama kalinya aku ingin ijin untuk tak masuk bekerja jadi aku malah bingung memikirkan bagaimana bagusnya aku meminta ijin kepada atasan ku, dan karena kau sudah memberi ku saran dan saran tentu saja sangat bisa aku terima dan sepertinya adalah saran yang benar untuk aku mempraktekannya kepada bos ku aku akan lakukan itu bu, terima kasih. Aku ijin sebentar membawa ponsel ku bu,"ujar Sang yang saat itu langsung saja pergi ke kamar untuk membawa ponselnya karena akan menghubungi bos nya untuk meminta ijin atas dirinya yang ingin ijin tak masuk bekerja hari ini. Sang pun ada di dalam kamarnya saat itu dengan ponselnya yang sudah ada di tangan Sang. " Maaf bu aku tak jujur lagi pada mu, tapi aku melakukan ini karena aku begitu khawatir dengan mu jika sampai kau mengetahui apa yang sebenarnya aku lihat tadi malam kau pasti akan merasakan cemas, dan khawatir maka dari itu aku tak bisa berkata jujur pada mu sekarang bu maaf, aku melakukan ini karena aku begitu menyayangi mu dan tak ingin sampai kau cemas dan khawatir berlebihan apa lagi mengkhawatirkan ku. Dan sebenarnya hari ini aku memiliki maksud untuk melihat langsung ke kandang tersebut, aku tahu tragedi ini akan cepat merebak ke penduduk disini termasuk kau bu, dan di saat itu lah aku akan ikut melihat langsung tragedi tersebut,"ujar Sang dalam hatinya saat itu bicara jika tujuannya berbohong kepada Yang karena demi kebaikan Yang. Dan berkata apa yang menjadi tujuan Sang saat itu. Dan dalam dirinya yang melamun saat itu Sang sadar dan ingat jika hari ini dirinya bermaksud tak masuk bekerja dan sudah akan ijin kepada bosnya menggunakan ponsel yang dimilikinya sehingga lamunan Sang pun terhenti dengan Sang yang langsung saja mengangkat teleponnya dan langsung menghubungi bosnya saat itu juga. Tanpa harus menungggu lama saat itu penggilan ponsel Sang langsung saja di terima oleh bosnya di kantor, sehingga Sang pun dengan sedikit berbeda basi terlebih dahulu bicara,dan pada akhirnya Sang pun mengatakan tujuan utamanya menghubungi bosnya hari ini, meskipun Sang agak merasa gugup karena ini adalah hari pertamanya Sang ijin tak bekerja dari beberapa tahun yang sudah di lalui nya selama bekerja di kantor tersebut. Tapi meskipun dengan perasaan yang gugup Sang pun bisa menyampaikan maksudnya menelepon bosnya saat itu, dan kabar baiknya saat itu bos Sang tak banyak menuntut Sang agar Sang bisa selalu bekerja dan pada akhirnya bos Sang mengijinkan untuk Sang yang saat ini tak bisa masuk kerja karena ingin memiliki jam istirahat lebih untuk hari ini. Saat Sang akan pamit menutup teleponnya Sang di kagetkan dengan teriakan seorang wanita yang begitu keras sampai teriakan tersebut sepertinya terdengar oleh bos Sang yang masih memiliki panggilan yang terhubung dengan ponselnya saat itu karena bos Sang saat itu langsung bertanya juga siapa yang berteriak histeris dan sangat kencang seperti itu dengan nada bicara yang terdengar sedikit kaget juga, dan Sang pun tentu saja menjawab jika itu adalah teriakan dari tetangganya. Setelah menjawab pertanyaan bosnya saat itu Sang langsung saja pamit menutup teleponnya untuk pergi melihat apa yang sebenarnya terjadi sampai seseorang begitu histeris dan berteriak dengan kencang seperti itu. Ketika sudah menutup sambungan telepon dengan bos nya Sang pun langsung saja pergi menghampiri Yang yang saat itu sudah ada di tangga dengan dirinya yang sepertinya akan menghampiri Sang, dan merasa kaget juga dengan teriakan yang begitu jelas Sang dengarkan barusan. " Bu kau dengar itu?"tanya Sang sambil berjalan menghampiri Yang saat itu. " Ya Sang ayo kemari lah, suara itu begitu terdengar keras dan sepertinya tak jauh dari rumah kita, tentu saja sepertinya itu tetangga dekat kita Sang, ayo pergi ke sana,"ujar Yang mengajak agar Sang pergi ke rumah tetangganya yang sepertinya adalah orang yang berteriak begitu histeris dan keras barusan. Berjalan dengan sedikit cepat Sang dan Yang langsung saja keluar dari rumah untuk menghampiri tetangganya yang di duga adalah orang yang berteriak barusan. Jarak antara rumah Sang dan tetangganya yang di duga berteriak barusan tak terlalu jauh sehingga mereka pun bisa sampai tanpa harus lama di jalan, dan betapa kagetnya Yang saat itu karena sebelum Yang sampai di rumah tetangga nya tersebut sudah terlihat banyak sekali orang yang berkerumun di depan gerbang rumah tetangga Yang tersebut. Sesaat sebelum Sang menghampiri kerumunan orang tersebut Sang pun berpikir. " Aku sudah tahu jika kejadiannya akan seperti ini karena aku melihat dengan jelas dan dengan keadaan sadar jika tadi malam ada sesosok makhluk mengerikan yang dengan keji melahap domba tersebut bahkan dengan cara yang bisa di sebut sangat keji, karena sebelum dia menghabisi tubuh domba tersebut dan hanya menyisakan kepalanya makhluk keji itu menghabisi dulu tubuh bagian bawah domba tersebut sehingga hanya tersisa bagian perut sampai ke kepalanya, dan akhirnya makhluk tersebut memakan kembali domba tersebut dan kemarin terakhir kali aku melihatnya makhluk keji itu hanya menyisakan kepala domba tersebut. Entah apa yang selanjutnya terjadi tapi sepertinya inilah akhir dari semuanya dan kerumunan ini semua adalah orang yang seperti ya kaget dan ingin melihat tragedi yang sebenarnya. Sebaiknya aku berhati-hati agar jangan sampai aku salah bertingkah apalagi sampai salah bicara dan hanya menjenguk melihat apa sebenarnya yang terjadi seperti orang yang tak tahu apa-apa,"ujar Sang dalam hatinya tersebut mencoba menenangkan dirinya agar saat di dalam nanti Sang tak sampai bertingkah salah apa lagi menunjukan jika dirinya mengetahui sesuatu yang sepertinya akan menjadi sebuah masalah. " Sang, Sang, kenapa kau terus saja melamun Sang? kau tak apa-apa?"ujar Yang bicara dengan tangannya yang menepuk bahu Sang yang terus saja melamun saat itu. " O-oh ya bu maaf aku malah melamun melihat kerumunan ini, aku sedikit cemas bu, melihat kerumunan ini sepertinya ada hal yang buruk sudah terjadi bu,"ujar Sang dengan wajahnya yang cemas saat itu. " Ibu juga merasakan hal yang sama karena melihat kerumunan ini Sang, tapi akan lebih baik jika kita melihatnya sendiri dan jika memang ada tragedi buruk yang terjadi kembali kita harus bersimpati kepada tetangga kita yang mendapatkan bencana itu Sang. Ayo kita masuk,"ujar Yang menjelaskan apa yang sebaiknya mereka lakukan sekarang dengan langsung saja mengajak Sang masuk ke dalam rumah tetangganya tersebut agar bisa menyaksikan dan mengetahui langsung apa yang sebenarnya telah terjadi. Tanpa bertanya apa lagi berpikir lagi saat itu mereka langsung saja menghampiri tetangga mereka yang sepertinya memang mendapatkan musibah, sampai akhirnya mereka pun melihat jika tetangganya yang histeris tersebut tak ada di dalam rumah tapi justru dia di katakan sedang berada di belakang rumahnya dimana sebuah kandang peliharaannya terletak di sana, dan kerumunan tetangga yang lain pun hampir memenuhi jalan ke belakang rumah nya tersebut karena sepertinya mereka juga ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi. Seketika itu Sang dan Yang pun berjalan ke belakang rumah tetangga nya tersebut dan akhirnya Yang bisa menemui tetangganya pemiliki rumah tersebut, saat mereka sudah ada di belakang rumah tetangganya tersebut Yang pun Langsung saja menghampiri tetangga nya yang saat itu sedang berbincang dengan polisi, yang sepertinya sedang mengintrogasi tetangganya tersebut mengenai peliharaannya yang menjadi korban saat itu, saat Yang menghampiri tetangga nya tersebut Yang pun langsung saja mendapatkan pelukan dari tetangganya tersebut dengan wajah tetangganya Yang begitu banyak mengeluarkan air mata, merasa sangat terpukul karena kejadian yang menimpa nya ini. Di samping itu Sang yang saat itu juga ada bersama Yang memberikan simpati kepada tetangganya tersebut langsung saja melihat ke bagian dari kandang peliharaan tetangganya tersebut karena sangat penasaran, kepolisian pun ada yang berkumpul di dekat dengan kandang tersebut karena membersihkan dan membawa sisa bangkai dari domba yang sepertinya kemarin malam di habisi oleh makhluk mengerikan itu, saat Sang melihat hal itu Sang pun merasa kaget karena melihat ada salah satu domba yang hanya di sisakan kepalanya saja. " Sepertinya itu adalah domba yang aku lihat kemarin, makhluk keji itu benar-benar sangat gila dia begit kejam menghabisi domba tersebut dengan dirinya yang hanya menyisakan bagian kepalanya saja, aku tak habis pikir sebenarnya makhluk apa yang sudah tega melakukan hal keji ini? jelas itu bukan manusia karena kemarin aku melihat nya bisa bergerak dengan sangat cepat, tapi entah penglihatan ku yang salah atau apa karena postur tubuh makhluk itu begitu mirip dengan manusia. Aku jadi cemas dengan keadaan warga disini dan yang utama tentu saja aku sangat mengkhawatirkan ibu ku, tragedi ini terus terjadi dan begitu terjadi dengan cara yang keji, aku takut setelah hewan yang menjadi korban mereka habis makhluk jahat itu akan kembali melakukan kejahatan yang brutal dan targetnya itu menjadi manusia. Seperti harus ada yang menyelidiki ini semua, dan tentu saja aku tak akan bisa melakukan ini sendirian harus ada orang yang siap dan berani untuk melakukan itu, tapi kepolisian sudah melihat ini tentu saja semua ini akan coba mereka selidiki,"ujar Sang saat melihat sepenggal kepala domba tersebut saat itu menjadi merasakan hal yang sangat dia cemaskan mengenai situasi di tempat tinggalnya yang bertambah buruk saat itu. Beberapa saat kemudian Sang dan Yang pun di ajak masuk ke rumah oleh tetangganya tersebut, tapi Sang tak ikut masuk ke dalam saat itu Sang bicara kepada ibunya ingin terus berada di luar saja melihat peliharaan yang saat itu sedang di bereskan oleh pihak kepolisian, dan Sang pun bicara ingin melihat-lihat ke sekitar tempat kejadian saat itu sehingga tanpa ada penolakan dari Yang Sang pun tentu saja melakukan apa yang Sang inginkan saat itu. Entah apa yang di pikirkan Sang saat itu sampai Sang malah melakukan hal yang sebelumnya tak pernah Sang lakukan karena takut, tapi beda dengan sekarang Sang justru malah mendekati sesuatu yang di takuti-nya yaitu melihat dengan jelas kejadian mengerikan yang terjadi saat itu, dan lebih anehnya lagi saat itu Sang seperti mencari sesuatu, mencari sebuah petunjuk yang bisa saja mengenal atau mengetahui makhluk apa yang sebenarnya melakukan hal keji ini seperti ini. Beberapa saat Sang mencari sesuatu di sana Sang akhirnya melihat sesuatu yang sedikit mencurigakan di kawasan yang sangat dekat dengan kandang tersebut sampai Sang pun kembali begitu sangat penasaran dengan benda tersebut dan sangat ingin mengambilnya, tapi Sang berpikir benda tersebut terletak sangat dekat dengan kandang domba tersebut dan jika Sang mendekati tempat dan melewati area yang sudah di beri garis polisi tentu saja Sang akan mendapatkan larangan dari pihak kepolisian sehingga Sang pun hanya cukup melihat dan menandai tempat itu saja tanpa melangkah untuk lebih dekat ke kawasan itu apa lagi melewati garis polisi sampai dengan keras dan tegas tiba-tiba salah satu polisi berteriak kepada Sang agar dia menjauh dari kawasan yang sudah kepolisian beri garis polisi. " Apa aku bilang, aku baru saja memikirkan nya polisi itu langsung bereaksi. Sepertinya aku tak melanggar peringatannya dan menjauhi kawasan ini saja dulu, setelah mereka pergi baru aku akan mencoba melihat apa yang sebenarnya ada di sana. Entah kenapa aku begitu penasaran dengan hal yang aku lihat itu,"ujar Sang saat itu dalam hatinya dengan langsung saja pergi dari kawasan itu dan meminta maaf kepada polisi yang sudah memperingatkan dirinya barusan. Saat itu Sang langsung saja pergi ke rumah tetangganya dimana Yang masih berbincang dengan tetangganya tersebut saat itu, Sang pun bergabung mendengarkan apa yang telah terjadi kepada peliharaan tetangganya tersebut saat itu dan ikut bersimpati dengan Yang yang saat itu duduk bersamanya dengan tetangganya yang lain yang ingin mengetahui kebenaran dari kejadian tersebut. Sampai setelah beberapa saat Sang ikut mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi dengan peliharaan tetangganya tersebut kepolisian tiba dan memanggil tetangga ku tersebut, Sang tentu saja hanya berdiam diri dan duduk saja di sana tapi ketika kepolisian itu bicara sesuatu kepada tetangganya Sang begitu jelas bisa mendengarkan perkataan kepolisian tersebut. Sebenarnya Sang aneh dengan telinganya yang bisa mendengarkan percakapan seseorang yang cukup jauh dari dirinya tapi mendengarkan apa yang di bicarakan polisi kepada tetangganya saat itu adalah hal yang lebih penting sekarang dan Sang pun hanya melakukan itu saja, dengan dirinya yang terus saja berdiam diri mencoba mendengarkan apa yang polisi itu katakan. Setelah beberapa saat polisi itu bicara ada perkataannya yang sedikit aneh dimana polisi tersebut menemukan sebuah cakar yang sangat aneh tapi yang jelas bukan cakar dari domba karena domba memang tak memiliki cakar yang runcing dan tajam, dengan kondisi cakar tersebut yang berlumuran darah dan kepolisian tersebut pun sedikit menduga jika tragedi ini di sebabkan oleh hewan liar, tapi itu hanya dugaan sementara karena untuk lebih jelasnya kepolisian akan mencoba terus menyelidiki kasus ini agar tidak terus membahayakan ke warga yang lain. Kepolisian pun pamit setelah menjelaskan semua itu dan pada akhirnya tetangga ku tersebut kembali ke dalam rumah untuk kembali menjawab segudang pertanyaan yang di tanyakan oleh kebanyakan tetangga kami yang saat itu ada untuk memberikan simpati kepadanya. Di saat itu lah ketika kepolisian sudah pergi Sang pun ijin kepada tetangganya untuk melihat ke tempat kejadian, mereka pun tentu saja begitu aneh dengan ijin Sang yang malah ingin mendekati tempat yang menjadi kejadian tragedi mengerikan tersebut tapi dengan alasan yang bicara jika hanya ingin melihatnya saja tentu tak mendapatkan penolakan atau larangan dari tetangganya sehingga Sang pun langsung saja pergi meninggalkan mereka yang ada di dalam rumah, termasuk Yang. Saat itu Yang tentu saja merasa aneh dan sedikit cemas karena perkataan Sang, tapi meskipun begitu Yang tak sampai melarang Sang pergi dan hanya memperingatkan Sang saja agar berhati-hati dengan perkataannya yang ingin melihat ke tempat kejadian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN