Keanehan Awal Yang Terjadi Dalam Diri

2527 Kata
Saat Sang kembali ke tempat kejadian Sang melihat jika di tempat kejadian masih ada seseorang yang sepertinya memiliki perasaan yang sama dengan penasaran dengan yang terjadi sebenarnya di tempat tersebut sampai Sang perlahan menghampiri sudut lain yang ada di t kost tersebut, tapi orang itu tak berada di sudut di mana Sang melihat bisa melihat sesuatu benda yang sedikit mencurigakan saat itu sehingga Sang pun langsung saja kembali berdiri di sudut Sang bisa melihat sebuah benda yang menarik perhatian Sang saat itu. " Semoga saja pihak kepolisian dan orang yang ada di sini tak sempat melihat apa lagi sampai mengambil benda yang tadi aku lihat di salah satu sudut kandang tersebut. Sehingga aku bisa mendapatkannya dan melihat dengan pasti apa sebenarnya benda tersebut, aku berharap benda itu bukanlah sebuah cakar yang di temukan oleh pihak kepolisian tadi,"ujar Sang bicara dalam hatinya saat itu. Saat Sang sudah ada di titik Sang bisa melihat benda aneh yang membuat Sang penasaran, Sang pun tentu saja kembali mencoba melihat ke arah benda tersebut berada dengan Sang yang langsung saja mencoba melihat kembali benda tersebut masih ada atau tidak di kandang tersebut, karena saat itu cuaca di tempat tersebut malah tak begitu kondusif dan awan malah terlihat sangat mendung Sang pun malah jadi berpikir sepertinya Sang agak kesulitan saat berusaha kembali melihat benda tersebut sampai akhirnya Sang pun mencoba perlahan lebih mendekati kandang tersebut, tapi tiba-tiba Sang kaget dengan seseorang yang barusan ada di tempat yang sama dengan bertanya kemana Sang akan pergi, dan memperingatkan agar Sang hati-hati dan melihat dengan benar langkahnya karena tempat tersebut tentu saja kandang dimana terjadi tragedi mengerikan yang terjadi, sampai Sang pun dengan tersenyum langsung saja menjawab jika dia tentu saja akan berhati-hati dan dia hanya penasaran dengan kandang tersebut sehingga ingin melihatnya lebih dekat lagi sehingga orang tersebut pun tak melontarkan kata larangan kepada Sang dan hanya kembali memperingatkan agar Sang berhati-hati. " Aku kira dia akan melarang ku karena aku melintasi kawasan yang di beri garis polisi tapi untunglah dia hanya memperingatkan ku dan sepertinya aku bisa sedikit kembali menghampiri kandang tersebut dan melihat dengan lebih jelas apa yang sebenarnya ada di sana,"ujar Sang kembali bicara dalam hatinya saat itu. Saat Sang lebih mendekati kawasan dimana Sang melihat sesuatu yang terlihat aneh Sang mendengar suara langkah kaki seseorang yang menjauh dari tempat itu, sontak Sang pun kembali kaget dengan itu semua dan melihat ke orang yang tadi berada di kawasan kandang tersebut dan ternyata itu memang suara kaki orang yang berlari menjauh dari tempat tersebut karena hujan saat itu akhirnya turun dengan intensitas yang cukup tinggi, dan deras sehingga tentu saja itu membuat orang yang tadi ada di kawasan yang dekat dengan kandang tersebut langsung berlari sepertinya masuk ke rumah tetangga Sang yang mendapatkan musibah ini. Berbeda dengan Sang yang saat itu tak terlalu menganggap hujan yang sedang terjadi di kawasan tersebut yang malah terus saja fokus terhadap dirinya yang kembali ingin memastikan apa yang sebenarnya dirinya lihat di kawasan kandang tempat kejadian tragedi mengerikan itu, dan usaha Sang saat itu tak sia-sia karena Sang akhirnya bisa melihat benda yang tadi Sang lihat, tapi benda tersebut sekarang terlihat malah semakin dalam saja tertancap di tanah sehingga Sang yang tadi melihat dari jarak yang cukup jauh tak bisa kembali melihatnya, tapi pada akhirnya ketika Sang sudah mendekatinya Sang bisa melihat benda tersebut kembali, dan tanpa berpikir Sang pun langsung saja mengambil benda tersebut dari tanah dengan dirinya yang mengeluarkan sedikit usaha untuk mengeluarkan benda tersebut karena saat ini benda tersebut ada sedikit lebih dalam menancap di tanah sehingga pantas saja saat Sang melihatnya dari jaraknya tadi benda itu sempat tak terlihat lagi, karena saat ini benda tersebut berada sedikit lebih dalam ke tanah kandang tersebut. " Aneh kenapa benda ini bisa lebih menancap di tanah sampai tadi aku tak bisa melihatnya kembali di posisi awal ku melihat benda ini ( Sang terdiam sambil terus berusaha mengeluarkan benda tersebut yang cukup menancap di tanah ). Sepertinya tadi petugas kepolisian mengambil jasad domba tersebut lewat sini tapi mereka tak melihat hal ini, dan sepertinya benda ini bisa menancap di tanah karena terinjak oleh salah satu atau mungkin beberapa petugas kepolisian tadi sampai akhirnya bisa menancap di tanah seperti ini,"ujar Sang dalam hatinya berpikir seperti itu, dengan dirinya yang terus saja mencoba mengeluarkan benda tersebut dari tanah yang menimbunnya. Sampai dengan sedikit usaha kembali Sang pun akhirnya bisa mengeluarkan benda tersebut, tapi entah apa maksud dari benda tersebut tapi benda tersebut berbentuk aneh dan di rantai seperti sebuah kalung, bentuk nya sedikit panjang dan terbuat dari sebuah kayu yang sepertinya bukan sembarang kayu karena kayu tersebut begitu keras, dan Sang sadar jika saat itu benda tersebut begitu mirip dengan sebuah taring macan dengan di bagian atas kayu tersebut yang membentuk suatu wajah yang mengerikan entah wajah apa itu, bahkan Sang pun sedikit merinding memegang dan melihat benda tersebut sampai Sang pun sadar dan tak menghiraukan bentuk kayu yang mengerikan itu dan langsung saja memasukkannya ke dalam saku nya, dengan Sang yang saat itu berdiri. " Sebaiknya aku cepat kembali saja ke rumah, dan berkumpul dengan ibu dan tetangga ku. Karena hujan seperti nya ibu tak memutuskan untuk pulang dan terus saja berbincang terlebih dahulu dengan tetanggaku yang mengalami musibah ini,"ujar Sang sambil dirinya berlari kecil pergi bermaksud untuk masuk ke dalam rumah tetangganya dan berkumpul dengan mereka saja sambil mendengarkan bagaimana kejadian yang sebenarnya mereka alami sampai bisa seperti ini. Karena hujan yang turun cukup deras saat itu Sang pun masuk ke dalam rumah dengan keadaan yang cukup di basahi oleh air hujan, sampai hal itu pun langsung saja mengundang tanya dari Yang, dan tetangganya tersebut. " Sang kenapa kau tak secepatnya kembali kemari di saat hujan belum turun tadi sekarang kau malah jadi kebasahan kan. Ayo kemari duduklah,"ujar Yang. " Ya maaf bu, aku tadi tak sadar jika hujan turun bahkan dengan langsung deras jadi aku tadi langsung saja berteduh di kandang sebentar, tapi karena aku merasa dingin aku memaksakan saja berlari kemari meskipun dengan hujan yang turun cukup deras sampai akhirnya aku seperti ini, tapi tenang saja bu aku tak apa-apa, hanya basah sedikit. Ya baik bu,"ujar Sang. Karena melihat Sang datang dengan keadaan dirinya yang di basahi oleh air karena kehujanan barusan Sang pun langsung saja di berikan handuk untuk mengeringkan badannya saat itu, dengan sedikit tak enak karena merasa merepotkan Sang pun menerima handuk tersebut dan langsung saja mengelap badannya agar bisa kering sehingga terhindar dari masuk angin karena dirinya yang terkena cukup banyak air hujan. Sang pun mengeringkan dirinya sambil langsung saja duduk dan mendengarkan kejadian yang sempat di lihat dan di dengar oleh tetangganya tersebut sebelum tragedi tersebut terjadi. Saat itu para tetangga lain sudah memutuskan untuk pergi sehingga di rumah tetangga Yang hanya ada Sang dan Yang saja yang masih menjadi teman mereka berbincang, dan menceritakan segala sesuatu yang menjadi uneg-uneg dalam hati tetangga kami yang mengalami kejadian nahas tersebut, dan tentu saja kami mencoba memberikan mereka simpati agar mereka tak larut dalam tragedi nahas ini dan bisa melupakan nya serta ikhlas melepaskan semua tragedi yang menimpa mereka saat ini. Sampai setelah sudah cukup lama Sang dan Yang menemani mereka berbincang menumpahkan segala kekesalan atas tragedi yang menimpa mereka hari ini Sang dan Yang pun mengucapkan prihatin dan simpati, lalu pamit untuk pulang saat itu karena kebetulan hujan pun sudah berhenti. Dengan jawaban rasa terima kasih mereka atas simpati yang kami berikan padanya, kami pun pulang. Setelah sampai di rumah Sang pun langsung saja bicara pada Yang. " Bu sepertinya aku akan kembali beristirahat saja, agar kondisi ku hari ini tak sampai menguras tenaga yang bisa menyebabkan aku kurang fit esok hari ketika aku harus bekerja. Oh ya petang nanti sepertinya aku akan olahraga sedikit karena selain beristirahat tentu saja badan ku butuh yang namanya pemanasan dan olahraga kan bu hehe,"ujar Sang pamit pergi ke kamarnya saat itu. " Ya tentu Sang jaga kondisi tubuh mu agar tetap fit dan jangan sampai mengalami drop apa lagi kau sampai sakit, dan ya baguslah Sang pemikiran mu untuk berolahraga adalah hal yang sangat baik dan tepat untuk bisa menjaga kesehatan mu Sang,"jawab Yang. Sang pun berjalan menuju kamarnya, dan sesampainya di kamar Sang bukan langsung membaringkan badannya untuk beristirahat tapi Sang langsung saja mengeluarkan kembali benda yang Sang dapatkan saat tadi Sang mengunjungi kandang tempat kejadian pembunuhan domba tersebut. Pikiran Sang masih belum berubah dan saat itu masih saja berpikir jika benda tersebut begitu berwujud mengerikan, tapi meskipun begitu Sang tak sampai terlalu ketakutan memegang benda tersebut dan malahan Sang terus saja memandang benda tersebut dengan Sang yang saat itu berpikir sebenarnya apa maksud dan benda apa yang Sang temukan tersebut. Sang begitu tak mengerti dengan wujud mengerikan dari benda tersebut dan terus saja memikirkan apa fungsi benda itu. " Apa benda tersebut memiliki sebuah ikatan dan sangkut pautnya dengan kejadian ini? ( Sang terdiam ). Aku baru ingat jika tadi aku mendengar jika polisi menemukan sebuah cakar yang cukup panjang yang tentu saja bukan cakar sebuah domba, lagi pula jika domba memiliki cakar di kakinya sebutan yang lebih tepat bukanlah cakar. Tapi aku tak melihat secara langsung cakar yang ditemukan kepolisian tersebut sehingga tentu saja aku tak tahu apa cakar tersebut ada sangkut pautnya dengan sebuah kayu mengerikan yang aku temukan ini,"ujar Sang bicara hal seperti itu dengan langsung saja mencoba berpikir apakah kayu yang Sang temukan dan cakar yang kepolisian temukan ada sangkut pautnya dengan tragedi mengerikan ini. Tapi karena Sang tak tahu mengenai apa yang sebenarnya cakar seperti apa yang di temukan kepolisian tentu saja Sang tak terlalu memikirkan mengenai hal itu dan karena Sang merasa sedikit butuh istirahat Sang pun langsung saja menutup matanya dan terlelap tidur siang tersebut. " Ah,"Sang sedikit berteriak dengan langsung saja terbangun dari tidurnya karena bermimpi ada sesuatu yang menggigit bagian pahanya barusan. Gigitan tersebut begitu sangat terasa sehingga sampai membuat Sang terbangun dari tidur dengan kaget dan tiba-tiba karena merasa sangat terkejut dan merasakan sakit karena gigitan tersebut, setelah Sang sudah membuka matanya Sang pun langsung saja berdiri mencoba mengecek apa yang sebenarnya menggigitnya sehingga membangunkan tidurnya barusan. Tapi kagetnya saat Sang sudah mencoba mencari apa yang menggigitnya barusan Sang tak menemukan ada sesuatu yang menggigitnya karena di dalam saku celana Sang hanya tersimpan sebuah dompet sehingga tentu saja Sang berpikir jika sebuah dompet tak akan sampai membuatnya seperti tergigit apa lagi sampai sesakit itu sehingga sampai membangunkan Sang dari tidurnya. Sang pun tentu saja bingung dengan hal tersebut dan langsung saja kembali mencari apa yang sebenarnya membuatnya sakit hingga terbangun dari tidurnya, dan saat Sang melihat ke arah kasur bagian atas kepalanya tiba-tiba Sang melihat dan sadar ada yang aneh. " Aku sangat sadar dan ingat jika tadi aku benar-benar menyimpan kayu mengerikan itu di atas kepala ku tersebut tepatnya di kasur bagian atas ku itu, tapi kenapa sekarang tak ada?"ujar Sang sambil terdiam kebingungan saat itu melihat keanehan tersebut terjadi. Sampai Sang pun langsung saja mencari kayu tersebut saat itu ke seluruh bagian tempat tidurnya di mulai Sang yang mencari dari bagian kepala saat itu. Sang menyingkirkan selimut yang menghalanginya saat itu agar bisa menemukan kayu tersebut Sang tentu saja berpikir jika kayu itu bisa saja tertimpa selimut sehingga tak bisa Sang lihat, dan tentu saja agar bisa menemukannya selimut tersebut Sang singkirkan. Tapi sebelum Sang membuka seluruh bagian selimut itu Sang pun melihat ada keanehan kembali saat itu dimana Sang melihat di tempat tidur bagian badannya sedikit terlihat seperti nya sebuah benda yang sedikit menggeliat, sampai tentu saja saat itu rasa penasaran Sang langsung ada dalam pikirannya dan tentu saja dengan perlahan Sang mencoba membuka bagian selimut tersebut. Saat Sang membuka selimut tersebut kaget dalam hati Sang kembali muncul karena benda yang tertutup selimut tersebut ternyata adalah kayu mengerikan yang Sang temukan di kandang di mana terjadi tragedi pembunuhan domba dengan keji. Tapi meskipun seperti itu Sang tak terlalu takut apa lagi sampai tak ingin mengambil kayu tersebut. " Bagaimana ini bisa ada di sana, dan sepertinya tentu saja ini yang menggigit ku tadi, karena ( Sang mengangkat seluruh selimutnya dari tempat tidur ) tidak ada hal lain lagi yang mengganjal apa lagi sampai terasa menggigit paha ku, selain di temukan nya benda ini,"ujar Sang kembali aneh dan sedikit merasa kaget dengan benda ini yang entah kenapa bisa ada tertindih di bagian paha Sang waktu Sang tidur barusan. Saat itu Sang begitu sangat bingung dengan benda mengerikan tersebut yang entah bagaimana caranya kayu tersebut bisa ada di bagian paha Sang saat itu sehingga Sang merasa seperti di gigit oleh benda tersebut. " Sudahlah bisa saja tadi aku tak sengaja menyentuh benda itu tersebut ketika aku tidur dan kayu itu seperti nya jatuh ke tempat tidur dan tak sengaja lambat laun kayu tersebut bergeser menjadi ada di bagian paha ku sampai aku jadi malah merasa di gigit oleh kayu itu. Lebih baik sekarang aku menyimpan saja benda ini dan pergi ke bawah, sepertinya ini," " Sang kau di dalam? ini sudah petang sudah waktunya kita untuk makan Sang,"ujar Sang mengetuk pintu saat itu dan langsung saja menyuruh Sang untuk makan petang itu. " Ya bu, sebentar aku ke bawah,"jawab Sang sedikit berteriak. Sang pun langsung saja bergegas menyimpan kayu tersebut di sebuah laci lemari yang ada di dalam kamarnya, berpikir agar jika sampai Yang masuk ke dalam kamarnya Yang tak akan sampai melihat kayu yang tentu saja berbeda dari kayu biasanya, sampai Sang pun berpikir jika sampai Sang tak menyimpan kayu ini dengan aman dan benar, Yang akan curiga dan bertanya mengenai kayu tersebut karena penasaran dan yang Sang takutkan Yang mempertanyakan dari mana Sang menemukan kayu mengerikan itu, dan jika sampai Sang mendapatkan pertanyaan tersebut Sang belum bisa menjawab nya, dan tentu saja Yang akan merasa curiga kepada Sang dan pada akhirnya sepertinya itu akan menjadi sebuah pemikiran Yang yang tentu saja kembali merasa khawatir kepada Sang saat itu. Karena Yang sudah memanggil Sang barusan tentu saja Sang sudah keluar dengan dirinya yang sudah menyimpan dengan aman kayu yang dia dapatkan dari tempat kejadian tragedi pembunuhan tersebut saat itu, sampai beberapa kemudian Sang pun menghampiri Yang yang saat itu sudah menunggunya di meja makan dengan makanan yang siap untuk mereka santap. " Kau sudah beristirahat Sang? kau tak mengalami hal buruk apapun kan?"ujar Yang bertanya sambil dirinya yang mengisi makanan ke sebuah piring untuk Sang makan. " Aku tak apa-apa bu, kau tak usah khawatir aku dalam keadaan baik, dan sangat baik karena sudah mendapatkan waktu istirahat yang lebih dari cukup hari ini,"ujar Sang menjawab pertanyaan Yang saat itu. " Ya syukurlah Sang. Jaga terus dengan baik kondisi mu Sang, karena kita tak tahu apa yang akan kita hadapi di kemudian hari, jadi kita harus mempersiapkan itu dari sekarang Sang. Karena jika di kemudian hari kita mengalami sebuah musibah kita tak bisa menolak itu, dan mau tidak mau kita harus menghadapinya dengan kondisi apapun tubuh kita saat itu. Makannya ibu sekarang selalu memperingatkan ku agar kau sangat menjaga kondisi badan mu Sang,"ujar Yang bicara seperti orang yang memperingatkan akan sebuah tragedi di kemudian hari menimpa kita. Sang pun hanya terdiam sejenak saat itu mendengarkan apa yang Yang peringatkan padanya, merasa jika Yang memperingatkan dirinya seakan-akan beberapa hari kemudian mereka akan mengalami sebuah musibah sehingga Yang begitu memperingatkan Sang saat itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN