Entah kenapa saat Sang berada di meja yang sama dengan Yang saat itu Sang memperingatkan Sang dengan nada yang begitu terdengar sangat yakin dan sangat cemas bahkan Sang merasa jika apa yang Yang peringatkan kepadanya tadi adalah perkataan Yang yang benar-benar memiliki sebuah arti, Sang merasa jika apa yang di katakan Yang kepada Sang saat itu bukan hanya sebuah peringatan kosong, tapi sebuah peringatan yang memiliki sebuah firasat dalam hati Yang
Tapi Sang tak terlalu memikirkan itu dan pura-pura saja tak tahu dan bertanya mengenai peringatan Yang saat itu.
" Iya bu, tapi kenapa ibu sampai memperingatkan aku seperti itu bu? tenang saja aku baik-baik saja dan akan selalu baik-baik saja bu. Aku akan dengan sangat baik menjaga diri ku, dan tentu saja aku akan menjaga ibu juga,"tanya Sang dan menjawab perkataan Yang saat itu dengan tersenyum.
" Tak apa-apa Sang ibu hanya merasa jika ibu tentu saja harus terus mengingatkan mu agar kau menjaga dengan sangat baik keadaan mu,"ujar Yang menjawab kembali.
" Oh bu terima kasih,"ujar Sang.
" Yasudah ayo habiskan makan mu Sang,"ujar Yang.
Sehingga saat itu pun Sang, dan Yang langsung saja menyantap makanan mereka kembali, tanpa adanya sebuah perbincangan berat yang menjadi beban pikiran bagi mereka termasuk tidak membahas kembali tragedi yang sudah terjadi tadi. Meskipun sebenarnya Sang melihat di wajah Yang sebuah rasa penasaran yang sepertinya ingin Sang tanyakan saat itu, tapi Yang tak kunjung menanyakannya kepada Sang sehingga Sang pun tak inisiatif untuk bicara karena tak tahu apa yang membuat Yang penasaran dengan Sang saat itu, dan mereka pun langsung saja masuk ke kamar masing-masing dengan Sang yang saat itu merasa ragu karena terlihat dengan jelas rasa penasaran yang sedang Yang rasakan saat itu. Sehingga Sang pun berbalik dan melihat kearah Yang lalu bertanya.
" Ibu bisa kita berbincang sebentar?"tanya Sang.
" Ya Sang tentu, ada apa?"jawab Yang berbalik bertanya sambil dirinya yang berhenti berjalan dan kembali melihat ke arah Sang.
" Bisa kita duduk kembali saja bu, kita bicara sambil duduk. Jarang-jarang kan kita mempunyai waktu untuk berbincang seperti sekarang ini bu,"ujar Sang.
" Ya tentu Sang, ayo duduklah. Apa yang ingin kau bicarakan Sang?"jawab Yang dengan bertanya lagi.
" Tak apa-apa bu aku hanya ingin membicarakan hal yang simpel saja, maksud ku yang ingin aku katakan adalah bagaimana jika kita pergi beberapa hari untuk berlibur bu, tak pergi ke tempat yang terlalu jauh tapi mungkin kita bisa mendinginkan kepala kita di sebuah tempat yang bisa memanjakan mata, dan hati kita bu. Dan jujur saja tujuan utama ku mengajak mu pergi dari sini untuk sementara waktu adalah karena tragedi yang tengah kerap terjadi di tempat kita tinggal ini bu, aku begitu khawatir dengan keadaan kita yang semakin hari sepertinya situasi di tempat kita tinggal ini semakin mencekam dan semakin terjadi hal-hal yang mengerikan bu, aku sangat khawatir dengan keadaan mu apa lagi aku begitu memikirkan mengenai diri ku yang tentu saja harus meninggalkan mu di saat aku bekerja bu,"ujar Sang menawarkan sebuah rencana agar mereka tinggal sementara di tempat tinggal yang lain sampai keadaan di tempat tinggalnya berangsur membaik karena begitu merasakan khawatir kepada Yang saat itu.
" Ibu mengerti dengan apa yang kau katakan Sang, dan ibu juga memikirkan jika apa yang kau rencana kan adalah sebuah hal tentu saja sangat baik, tapi maaf Sang entah kenapa ibu tak ingin meninggalkan rumah ini, ini adalah rumah peninggalan ayah mu sebelum ayah mu tak ada dia sempat bicara jika dia sangat menginginkan hidup bahagia di rumah ini, dan pada akhirnya dia berkata sangat ingin melihat kita bahagia hidup di rumah ini sampai pada akhirnya dia meninggalkan kita, dan sekarang kau mengajakku pergi agar bisa terhindar dari bahaya yang sedang mengancam keselamatan kita karena beberapa tragedi selalu terjadi di tempat kita tinggal sekarang, ibu tak bisa Sang, begitu banyak kenangan yang ayah mu berikan di tempat ini sehingga saat ibu sepertinya tak akan kuat meninggalkan rumah ini, bukan ibu tak mau atau menganggap jika rencana mu tidak baik Sang, tapi ibu sangat dan lebih khawatir jika kita tak ada di rumah ini, penjahat atau hewan yang sedang mengincar tempat tinggal kita sekarang ini masuk kemari dan menghancurkan apapun yang ada di rumah kita ini, ibu sangat tak menginginkan itu Sang. Maaf jika ibu egois tapi ibu benar-benar tak habis pikir apa yang akan terjadi jika sampai ada yang terjadi dengan rumah ini Sang,"ujar Yang menjelaskan jika dirinya terpaksa menolak apa yang Sang rencanakan meskipun rencana Sang tentu saja berpikir dan bertujuan untuk menyelamatkan keadaan mereka sementara waktu sampai keadaan di tempat tinggalnya yang sekarang menjadi lebih baik tak seperti sekarang yang sedang dalam situasi yang buruk karena terjadi kejahatan yang semakin menjadi-jadi.
" Ya baiklah bu aku mengerti dengan apa yang kau pikirkan, kau tak perlu meminta maaf karena sepertinya aku lah yang salah karena aku tak memikirkan mengenai itu bu, aku menyayangi ayah bu dan sampai sekarang pun aku ingat dengan ayah yang mengatakan jika ayah begitu ingin melihat kita bahagia di rumah ini bu, aku sangat ingat dan tentu saja aku sangat ingin mewujudkan hal itu bu. Um sekali lagi maaf bu, jadi t itu saja aku menarik rencana ku yang ingin pergi sejenak dari rumah kita tinggal sekarang dan tentu saja sekarang bukan kemana kita akan pergi meninggalkan ruman ini untuk menyelamatkan diri kita dari masalah ini, tapi aku berpikir mengenai bagaimana cara kita bertahan di tempat tinggal kita sekarang ini dari bahaya yang sedang mengancam kita bu,"ujar Sang malah berbalik meminta maaf karena Sang berpikir jika rencananya saat itu adalah rencananya yang buruk karena Sang seperti orang yang melupakan perkataan ayahnya, tapi Sang pun menjadi siap untuk menghadapi ini semua dan berdiri kokoh di rumahnya sekarang dengan tujuan menghadapi masalah ini semua, bukan lari dari masalah ini.
" Tidak Sang, kau tak salah, ibu sudah mengatakan jika rencana mu ini adalah rencana yang baik dan rencana mu ini tentu saja adalah upaya untuk mencoba menyelamatkan kita dari bahaya yang sedang terjadi di tempat tinggal kita, dan bisa saja sedang mengancam kita Sang tapi ibu tak ingin pergi dari tempat ini karena begitu ingat ibu dengan perkataan ayah mu, dan seperti apa yang kau katakan barusan ibu juga tentu saja ingin mempertahankan rumah ini dan mempertahankan dan mewujudkan perkataan ayah mu yang ingin begitu melihat kita bahagia di rumah ini Sang,"ujar Yang mengatakan hal yang tentu saja menjadi alasannya sampai menolak rencana Sang agar pergi sementara dari rumah ini.
" Ya bu terima kasih sudah mengerti dengan rencana ku yang sepertinya kurang tepat ini bu, dan sekarang seperti apa yang aku katakan barusan aku tak akan sampai pergi melarikan diri dari masalah ini tapi aku akan menghadapi masalah ini sehingga masalah ini bisa kita selesaikan dan urusan penjahat yang sedang ada di sekitar tempat kita tinggal tentu saja akan sangat aku berusaha untuk bisa membereskan nya,"ujar Sang yakin jika sekarang yang di pikirkan Sang adalah cara untuk menghentikan kejahatan ini, bukan melarikan diri.
" Ya Sang tentu. Perubahan sikap mu ini terlalu cepat sampai kau lupa jika sepertinya kau lupa jika dari sejak awal kau bukan tipe orang yang pemberani apa lagi sampai berani masuk ke dalam zona berbahaya seperti ini, sambil yakin bicara jika kau akan menghadapi masalah ini, itu sebenarnya bukan diri mu Sang, dan perubahan sikap mu ini terjadi bukan di sini saja Sang, ibu begitu kaget dan aneh ketika kita tadi di rumah tetangga kita di mana kau dengan yakin bicara ingin melihat dengan lebih jelas ke tempat kejadian pembunuhan hewan yang tetangga kita alami, itu bukan diri mu Sang. Tapi ibu tak menganggap jika itu adalah hal yang salah tapi wajar jika kau memiliki perubahan sikap karena kau semakin dewasa Sang, ibu hanya kaget dan merasa sedikit aneh karena perubahan sikap mu begitu cepat terjadi sampai dari kau yang dulunya tak memiliki keberanian menjadi orang yang terlihat sangat berani seperti sekarang ini Sang,"ujar Yang langsung saja mengatakan mengenai perasaan Yang yang saat itu begitu sangat merasa aneh dan kaget karena perubahan sikap Sang yang sangat berbeda jauh dari Sang yang biasanya.
" Oh ya benarkah itu bu? maaf bu aku jadi malu jika seperti ini tapi ini semua untuk ibu bu, aku bisa berani seperti ini untuk menghadapi masalah yang sedang menimpa kita karena aku begitu memikirkan mengenai keselamatan ibu, itu yang paling utama bu, dan sepertinya tak aneh jika perubahan ku ini begitu cepat ibu rasakan karena kejadian yang begitu meresahkan dan mengancam pun baru terjadi sekarang bu. Jadi intinya semua sikap ku yang kau anggap berubah karena aku begitu memikirkan keselamatan ibu, aku siap untuk menghadapi apapun untuk bisa melindungi ibu dari masalah apapun bu, termasuk masalah yang sekarang sedang kita hadapi yang tentu saja berhadapan dengan orang jahat asli, aku tak gentar dan tak sedikit pun merasa takut untuk menghadapi ini bu. Dan kembali aku katakan dengan yakin dan sangat tegas jika semua ini aku lakukan untuk mu bu, untuk melindungi mu dari apapun yang mengancam keselamatan mu, keselamatan kita semua,"ujar Sang dengan sangat yakin jika perubahan Sang ini di sebabkan oleh dirinya yang begitu sangat memikirkan mengenai keselamatan Yang, dan sangat siap untuk menghadapi apapun demi untuk menjaga Yang, begitupun Sang yang tak gentar menghadapi masalah ini.
" Jawaban yang sangat masuk akal dan sangat dewasa, terima kasih Sang aku begitu sangat khawatir dengan keselamatan mu tapi sepertinya anak ku sudah menjadi orang yang sangat dewasa sampai kau begitu sangat membuat ku bangga karena keyakinan dan keberanian mu sekarang ini Sang, terima kasih. Tapi meskipun begitu kau harus tetap sangat menjaga keselamatan mu juga Sang, jangan karena melindungi ku kau malah lengah dan malah lemah dalam menjaga diri mu sendiri, ibu tak ingin sampai itu terjadi Sang,"ujar Yang kembali memperingatkan Sang agar dirinya menjaga keselamatan dirinya sendiri dengan begitu sangat serius meskipun Sang begitu memprioritaskan keselamatan Yang saat itu.
" Itu tak akan sampai aku lupakan, apa lagi sampai kurang memperhatikan nya bu. Bagaimana aku bisa berhasil melindungi mu jika aku tak bisa melindungi ku sendiri, aku akan selalu dalam keadaan baik karena begitu sangat ingin melindungi mu bu,"jawab Sang dengan sangat yakin kembali.
Yang pun tersenyum mendengar jawaban dari Sang saat itu dan langsung saja menghampiri Sang dan dengan berurai air mata tiba-tiba memeluk Sang sambil mengusap bangga Sang saat itu. Sampai Sang pun tentu saja diam dan menenangkan perasaan Yang yang sepertinya merasa sedikit sedih bangga karena keberanian Sang saat itu.
Semua uneg-uneg yang Yang rasakan kepada Sang menghilang seketika karena jawaban meyakinkan dan jawaban yang begitu dewasa dari Sang sampai akhirnya Yang pun meninggalkan Sang dan masuk ke dalam kamarnya saat itu sepertinya langsung berniat untuk beristirahat. Dan Sang pun tentu saja memutuskan untuk masuk juga ke kamarnya beristirahat kembali menyiapkan dirinya yang akan kembali bekerja esok hari. Saat berjalan menuju kamarnya Sang tiba-tiba berhenti saat berada di depan pintu kamarnya dan melihat ke arah sebuah ruangan yang bisa melihat ke kandang domba yang menjadi tempat tragedi pembunuhan malam tadi. Tak berpikir panjang Sang pun menghampiri tempat tersebut dan perlahan melihat ke kandang tersebut kembali, entah hanya perasaan Sang atau itu memang nyata jika barusan Sang mendengarkan suara entah makhluk apa tapi suaranya bergetar, seperti mengeram dan suara tersebut begitu jelas terdengar di telinga Sang saat itu sampai pada akhirnya bukannya Sang takut mendengar hal itu, tapi yang di lakukan Sang justru berbalik dan melihat ke arah yang di duga adalah sumber suara makhluk yang mengeram tersebut. Di hari yang sudah masuk waktu malam Sang pun melihat ke arah kandang tersebut karena mengira jika asal suara tersebut memang dari kandang tersebut, tapi saat Sang melihat ke arah kandang tersebut Sang sayang Sang tak melihat apa-apa termasuk hewan yang terdengar mengeram di telinga Sang saat itu, sampai Sang pun berniat untuk langsung saja pergi dan melakukan niatnya tadi ingin masuk ke kamarnya.
" Wush,"terdengar dan terlihat seseorang berlari di kawasan kandang tersebut dengan sangat cepat.
Sehingga Sang yang baru saja akan berbalik meninggalkan tempat itu kembali melihat ke arah kandang domba tersebut karena melihat dan dengan jelas mendengar kembali suara berlari, dan suara sesosok makhluk yang bersuara mengeram sehingga hal itu pun mengundang perhatian Sang kembali, sampai pada akhirnya Sang pun mencari sosok apa yang sebenarnya Sang lihat dan dengar tersebut dari jendela ruangan tersebut.
" Aku yakin ada sesuatu di sana, tapi aku sangat yakin jika itu bukan manusia, apapun sosok yang ada di sana aku begitu yakin jika itu bukan manusia. Tapi sial aku tak bisa melihat dengan jelas kembali apa yang sebenarnya terlihat dan terdengar ada di kandang tersebut barusan,"ujar Sang sedikit kesal karena Sang yang saat itu tak bisa kembali melihat sosok apa yang sebenarnya ada di kandang tersebut dan barusan seperti berlari cepat dengan mengeluarkan suara menggeramnya.
Sampai saat Sang sudah beberapa saat melihat ke arah kandang tersebut kembali Sang pun tak sengaja melihat seberkas cahaya merah yang berasal dari salah satu sudut kandang tersebut yang bisa di lihat oleh Sang saat itu sehingga Sang pun kaget dan langsung saja bersembunyi di pinggir jendela ruangan tersebut.
" Sialan, seberkas cahaya? itu bukan cahaya, itu pancaran mata yang begitu berwarna merah menyala, apa sebenarnya itu,"ujar Sang sambil bersembunyi di pinggir jendelanya saat itu karena merasa sangat kaget.