Sosok Apa Itu?

2192 Kata
Dengan perasaan yang campur aduk karena begitu jelas melihat sepasang cahaya merah menyala Sang pun belum bisa dan belum berani beranjak dari tempatnya sembunyi saat itu karena sedikit merasa kaget dengan apa yang Sang lihat saat itu, sampai ketika Sang terus saja mencoba menenangkan perasaannya Sang begitu jelas mendengar suara langkah kaki yang terdengar dengan jelas sedang melangkah perlahan ke arahnya saat itu. " Ada yang datang, siapa itu? apa bukan orang atau sesosok makhluk yang memiliki tujuan jahat?"ujar Sang sedikit panik bertanya dalam hati ya sendiri. Sampai ketika Sang merasa panik dengan suara langkah kaki yang Sang dengarkan, Sang pun akhirnya mendengar suara orang yang memanggilnya. " Sang, Sang kau di sana kan?"ujar Yang terdengar jelas memanggil Sang saat itu. " Ibu? tidak dia tak boleh sampai kemari, dan melihat ke luar sana ketika sepertinya sepasang cahaya yang aku lihat tadi masih ada di sana,"ujar Sang langsung saja menutup jendela dengan gorden yang ada di jendela tersebut. Dengan sigap Sang yang saat itu merasa panik dengan apa yang Sang lihat langsung saja menutup gorden jendela tersebut dan langsung menjawab panggilan Yang saat itu. " Ya bu, aku ada di sini, tunggu sebentar aku ke sana,"ujar Sang tenang atau tak tenang langsung menghampiri Yang, sebelum Yang yang menghampiri ke tempatnya berada saat itu. Beberapa langkah berjalan Sang sudah bisa melihat Yang yang sudah set Ngah jalan menghampirinya saat itu. " Ibu, kenapa kau belum tidur? ada apa bu?"ujar Sang bertanya. " Ya Sang tadi ibu mendengar suara hewan atau seperti apa entah ibu tak tahu, tapi suara itu cukup terdengar mengerikan dan mengganggu Sang, apa mungkin itu suara hewan yang memakan banyak domba di kandang tetangga kita,"ujar Yang bicara seperti itu, dengan nada bicaranya yang sedikit panik. " Oh ya? dimana ibu mendengar suara itu bu? ibu tenangkan diri ibu dulu jangan langsung beranggapan yang tidak-tidak bu, bisa saja tadi ibu sudah tidur dan bermimpi mengenai mengerikan seperti itu, dan bisa saja suara yang ibu dengan berasal dari mimpi ibu, tapi karena ibu langsung panik jadi suara tersebut terdengar begitu jelas dan nyata bu. Tak apa-apa bu, tak usah terlalu takut aku ada di sini bu,"ujar Sang menenangkan Yang yang merasa cukup panik dengan yang di dengarkan olehnya barusan. " Ibu tadi mendengarnya di dapur Sang, ibu mengambil air minum karena merasa haus tapi setelah ibu mengambil air, tiba-tiba ibu mendengar suara seperti sesosok hewan tapi tak terlalu jelas, tapi karena ini sudah malam tentu saja ibu merasa panik dan takut di saat ibu sendirian di malam hari tak sengaja mendengar hal itu Sang. Ibu kaget sampai ibu langsung saja mencari mu dan apa kau mendengarnya juga Sang, sampai kau berada di ruangan itu? apa yang kau lakukan?"ujar Yang dengan panik kembali menjawab pertanyaan Sang, dan bertanya apa yang di lakukan Sang di ruang kosong tersebut. " Jika seperti itu untuk memastikan apa yang ibu katakan benar atau tidak, lebih baik kita pergi ke dapur bu barangkali ibu berhalusinasi karena terbangun di saat malam hari kan. Aku tadi hanya berdiam diri di sana bu, itu kan kamar yang di suka pakai oleh ayah untuk mengerjakan sesuatu dulu, entah kenapa aku merasa ingin ke ruangan itu mungkin karena aku merindukan ayah bu,"ujar Sang mengatakan hal seperti itu, dan menjawab pertanyaan Yang dengan maksud mengalihkan perhatiannya saja karena tak mungkin Sang menceritakan apa yang sebenarnya Sang lihat di saat kondisi Yang begitu panik seperti ini. " Oh ya Sang itu masuk akal ayo. Kau anak yang baik tapi jangan terlalu di pikirkan karena itu tak baik untuk kondisi mu nak,"ujar Yang. Dan mereka pun saat itu perlahan pergi ke dapur untuk melihat apakah ada sesuatu yang memang Yang lihat di dapur, dengan tujuan dalam hati Sang yang berharap semoga saja ada hewan seperti tikus atau semacamnya agar pikiran Yang bisa teralihkan dan menganggap jika suara yang dia dengar adalah suara hewan kecil tersebut sehingga Yang tak akan mengira jika hewan yang mengeluarkan suara yang sempat dia dengar adalah sepertinya suara dari sesosok makhluk yang entah apa namanya dan bagaimana wujudnya yang bisa saja membuat Yang lebih panik dan syok karena melihat hal itu. " Maaf Bu aku harus menyembunyikan ini lagi dari mu, aku benar-benar sangat tak bisa jujur pada mu mengenai hal mengerikan yang terjadi saat ini karena jika kau tahu mengenai ini sepertinya kau akan panik, dan ketakutan dan aku tak bisa membiarkan itu terjadi pada mu. Apa yang kau dengar dan apa yang ku lihat tadi sepertinya ada hubungannya bu, aku yakin itu adalah sesosok makhluk hidup dan aku yakin jika itu bukan manusia bu, sepertinya dia datang ke tempat itu lagi karena menganggapnya di sana masih ada korban yang bisa dia jadikan makanan. Jujur saja aku begitu panik dan takut jika sosok misterius tersebut datang kemari karena sepertinya matanya yang merah menyodok ke arah ku bu, yang lebih aku takutkan bukan dia akan menyerang Ku tapi yang sangat aku takutkan adalah dia yang menyerang mu bu, aku begitu takut jika sampai itu terjadi, karena jika dia menyerang ku aku tak akan sampai takut untuk menghadapinya tapi yang aku takutkan adalah dia melukai mu sehingga membuat ku merasa lebih sakit dari pada sosok itu menyakiti diri ku,"ujar Sang saat itu berbicara dalam hatinya sambil dirinya yang mengantarkan ibunya ke dapur untuk melihat memastikan ada apa di dapur sehingga Yang bisa mendengarkan suara aneh yang membuatnya panik tadi. Dan saat Sang sudah sampai di dapur bersama Yang yang saat itu perlahan mengikuti Sang karena masih sedikit panik dan takut mendengar suara aneh lagi, Yang pun hanya menunggu di dekat pintu saja sementara Sang yang melihat lebih jelas ke beberapa sudut yang ada di dapur nya saat itu. " Tak ada apa-apa di sini bu. Suara seperti apa yang ibu dengar tadi sampai membuat ibu terlihat begitu panik bu?"ujar Sang bertanya. Tapi setelah Sang bertanya seperti itu tiba-tiba ada suara menggeruduk diikuti dengan suara seperti seseorang yang sedang mencakar tembok terdengar cukup jelas saat itu, sehingga Yang pun langsung saja panik kembali karena mendengar suara tersebut dengan langsung saja memberitahu jika suara yang Yang dengarkan tadi sama persis dengan suara yang di dengarkan nya barusan, sehingga Yang pun langsung saja memperingatkan Sang agar berhati-hati takutnya suara tersebut berasal dari suatu hewan yang berbahaya saat itu. " Tak apa-apa bu tenang saja, aku akan berhati-hati dan sepertinya suaranya berasa dari salah satu belakang atau kolong lemari makanan bu,"ujar Sang tenang sambil berhati-hati mencoba menghampiri asal suara tersebut saat itu. Saat Sang terus saja mencoba menghampiri asal suara tersebut Sang pun begitu di kagetkan dengan tikus yang saat itu melompat ke atas meja tempat mencuci piring dengan tubuhnya dirinya yang saat itu sedang menggigit sebuah roti kering yang cukup besar, dan karena sepertinya tikus tersebut begitu takut melihat kita dia pun lari secepat mungkin keluar dapur. " Oh sialan itu tikus bu, dan masuk akal kau mendengar suara seperti seseorang yang sedang mencakar tembok sepertinya roti kering itu bergesekan dengan tembok sehingga menyebabkan suara yang kau dengar tadi bu,"ujar Sang. " Oh ya Sang sepertinya seperti itu. Pantas saja ibu selalu melihat bubuk roti di bawah meja atau pun tempat mencuci piring itu Sang ternyata sepertinya tikus pencuri itu yang membuat lantai menjadi kotor karena berserakan bubuk roti hahaha. Yasudah Sang maaf ibu sedikit berlebihan karena panik dengan hanya mendengar hewan yang sebenarnya tak perlu sangat di takutkan, sekarang ayo Sang kau kembali lah tidur biarkan tikus itu dulu hari ini, esok ibu akan mengusirnya agar tak kembali membuat ibu panik karena suara yang di buatnya,"ujar Yang bicara seperti itu jadi bisa sedikit bercanda karena merasa malu dengan dirinya yang takut berlebihan padahal hewan yang di dengar nya hanya seekor tikus. " Mungkin karena ibu yang baru bangun dan masih sedikit pusing jadinya ibu menganggap jika apa yang ibu dengarkan adalah hal yang mengerikan bu, tapi tak apa-apa bu sekarang sudah jelaskan suara apa itu. Ya bu ayo, ibu juga beristirahat lah kembali ini masih sangat malam bu ibu harus beristirahat. " Ya Sang,"jawab Yang sambil dirinya berjalan keluar dapur dan masuk ke kamarnya. " Semoga saja apa ya g ibu dengarkan tadi memang suara mengganggu dari tikus itu bukan suara dari sesosok makhluk yang aku dengarkan tadi, sepertinya aku harus melakukan sesuatu untuk berjaga-jaga dari sesuatu yang tak di duga seperti sosok misterius tadi,"ujar Sang dalam hatinya sambil berjalan menuju kamarnya saat itu. Pada akhirnya Sang masuk ke kamarnya dan hanya berdiam diri saja di kursi yang ada di kamar ya tersebut karena tak bisa langsung tidur dan beristirahat, dan yang Sang lakukan saat itu hanya melamun. Di sisi lain teman Sang malah merasa senang karena hari ini Sang tak masuk bekerja, dan saat ini teman Sang tersebut malah sedang asyik mengadakan hiburan malam bersama dengan teman-teman yang lain. " Sepertinya aku berhasil membuat mu jatuh mental Sang karena kucing itu, sampai kau langsung tak hadir untuk bekerja hari tadi sehebat itulah seekor kucing mempengaruhi mu Sang? sampai karena mendapatkan jawaban mengecewakan dari toko tersebut mengenai kucing itu saja kau langsung jatuh mental seperti ini hahaha. Jika seperti itu sepertinya aku akan mudah menyingkirkan mu dari kantor dan menggeser posisi mu menjadi anak emas bos Sang, bersiaplah jika hal yang baru permulaan ini bisa membuat mu langsung jatuh mental seperti ini kau akan begitu merasakan mental mu yang sangat jatuh karena aku akan memberikan mu kejutan lain lagi yang bisa membuat mental mu jatuh,"ujar teman Sang dengan mimik wajah puas yang saat itu menganggap jika ketidak hadiran Sang bekerja hari tadi di karenakan oleh Sang yang begitu jatuh mental karena kekecewaan yang dia dapatkan dari toko tersebut. Seperti yang biasa dia lakukan sebelumnya, tak ada kata bersenang-senang jika dia tak melakukan eksperimen gila menyiksa seekor hewan saat itu sehingga dengan sangat teganya teman Sang langsung saja mengeluarkan 2 ekor kelinci dan burung yang saat itu langsung saja dia masukan ke dalam sebuah drum dengan drum tersebut yang sengaja dia lubangi bagian atasnya untuk memasukkan peledak dengan daya ledak tinggi saat itu, dan tanpa berlama-lama lagi teman Sang itu pun dengan mudahnya memasukkan peledak tersebut ketika 2 hewan tersebut sudah ada di dalam drum tersebut barusan, ketika sudah di masukannya peledak tersebut teman Sang langsung menaiki drum tersebut dan dengan sangat lincahnya menari-nari sampai pada akhirnya dengan santai teman Sang merasakan ledakkan yang terjadi di drum yang saat itu sedang dia tunggangi dan berisi 2 hewan tersebut. Dengan puasnya saat itu teman Sang langsung saja tertawa puas melihat dan mendengarkan suara ketakutan dari hewan tersebut yang akhirnya sirna setelah suara peledak tersebut terdengar begitu jelas dan menggetarkan drum tersebut dengar akhirnya dia pun membuka drum tersebut dan melihat langsung pemandangan hewan yang di ledakan tersebut dengan bagian tubuh mereka yang sudah berserakan terpotong-potong karena ledakan tersebut yang begitu sangat membuatnya puas. " Sang kau dengar itu, kau bisa merasakan itu? hahahaha ini belum apa-apa Sang tunggu sampai aku meletakan seekor kucing di drum yang aku sengaja letakkan itu untuk melakukan eksekusi mati dengan cara meledakan hewan di dalam sana Sang. Saksikanlah hahahaha," Sang Yang dari tadi hanya melamun tak bisa langsung beristirahat kembali memikirkan sebenarnya hewan apa itu, Sang begitu khawatir dengan keberadaan hewan tersebut yang sangat meresahkan semua warga yang ada di tempatnya tinggal terutama ibunya. " Bagaimana aku menyelesaikan ini? apa itu,"ujar Sang bertanya dalam hatinya merasa sangat bingung. Sampai Sang pun saat itu tak sengaja terlelap tidur dengan posisi dirinya yang duduk dan kepalanya yang tertunduk di sebuah meja. " Hari ini begitu sangat terlewati dengan cepat di mulai dari aku dan ibu yang mengunjungi tetangga kami yang mendapatkan musibah, tapi tak terasa saat semua sudah selesai dan kami pulang ke rumah beristirahat kembali, hari sudah sore, malam dan sekarang kita kembali beristirahat tidur karena memang sudah waktunya untuk tidur dan beristirahat,"ujar Sang dalam hatinya saat itu merasa aneh dengan hari ini yang begitu sangat cepat berlalu. Sampai ketika Sang berpikir seperti itu tiba-tiba Sang ada di tempat biasa Sang memberikan makan kepada kucing-kucing jalanan dan ada seekor kucing loreng yang menghampiri bahkan mengelus-elus kepalanya ke tangan Sang, bahkan ke tubuh sang. " Wow aku tak sadar jika sepertinya aku sudah sampai di sini seperti biasa, tapi aku harus bekerja sepertinya seperti apa yang sudah biasa aku lakukan juga. Memberi makan kalian lalu pergi bekerja,"ujar Sang saat itu bicara kepada kucing tersebut. Tapi saat Sang beranjak dari tempatnya duduk kucing loreng yang tadi mengelus-kan kepalanya tersebut tiba-tiba menggigit celana Sang dengan sangat kuat sehingga Sang tak bisa berjalan. Tapi saat itu entah apa yang di lakukan Sang tak biasanya Sang sedikit kasar kepada kucing yang biasanya Sang membujuk kucing tersebut tapi sekarang Sang malah beradu kuat dengan kucing tersebut, Sang mencoba melepaskan gigitan kucing tersebut dengan menarik celananya yang kucing tersebut gigit sampai pada akhirnya dengan keras juga bukannya kucing tersebut melepaskan gigitannya tapi yang terjadi saat itu, kucing tersebut malah melompat dengan cepat ke tangan Sang dan yang terjadi kucing tersebut kembali menggigit Sang, tapi yang kucing tersebut gigit saat itu lebih parah karena menggigit tangan Sang, yang sontak tentu saja Sang kaget dan menghentikan tangannya. Tapi yang saat itu terjadi adalah Sang dengan wajah kaget nya langsung saja membuka matanya melihat ke segala arah, dan setelah beberapa saat Sang pun sadar jika itu semua hanyalah mimpi yang cukup buruk menghampirinya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN