Sang belum melakukan apa-apa ketika barusan mengalami mimpi yang cukup mengerikan dan Sang pun hanya terus saja berpikir mengenai mimpinya barusan, tak tahu kenapa meskipun Sang sangat jelas merasa jika itu hanya sebuah mimpi tapi Sang berpikir jika mimpi itu bukanlah mimpi biasa yang Sang alami, dan hal yang membuat Sang berpikir seperti itu adalah sikap kucing itu yang sepertinya begitu Sang rasa jika kucing itu sebenarnya sedang memberi tahu Sang sesuatu dengan caranya, dan dengan menggigit lah kucing tersebut Sang anggap memberikan sebuah firasat dan sepertinya kucing tersebut tak ingin Sang pergi bekerja.
" Kucing itu bertingkah biasa saja saat aku memberi makan tapi saat aku berbincang dengannya dan bicara akan pergi untuk bekerja dengan cepat tiba-tiba kucing itu menggigit celana ku, dan ketika aku mencoba melepaskan gigitan kucing tersebut dengan usaha yang cukup kasar, celana ku bisa lepas dari gigitan kucing tersebut tapi setelah aku lepas kucing tersebut melakukan hal yang lebih parah kepada ku yaitu menggigit tangan ku. Aneh, ada apa sebenarnya ini? aku yakin jika mimpi yang aku alami ini bukan sekedar mimpi kosong tanpa memiliki sebuah arti yang sepertinya akan berguna untuk ku di hari berikutnya, kucing yang ada di mimpi ku ini begitu sangat terasa sedang memberikan ku sebuah firasat, tapi entah apa maksud kucing tersebut aku tak bisa langsung mengetahuinya,"ujar Sang bicara seperti itu dalam hatinya begitu memikirkan mengenai kucing yang ada dalam mimpinya yang saat itu benar-benar sangat Sang rasa memiliki sebuah arti, tapi Sang tak bisa langsung tahu apa makna di balik semua itu dan hanya terus saja melamun memikirkan hal tersebut. Sampai ketika sudah beberapa saat Sang melamun mengenai hal itu, Sang pun tiba-tiba ingat dengan kucing yang biasanya Sang jumpai sedang terjebak di dalam sebuah sumur yang cukup dalam di dekat tempat Sang memberi makanan kepada kucing-kucing jalanan tersebut.
" Dulu aku sempat di buat terlambat bekerja oleh seekor kucing yang aku selamatkan di sebuah sumur, tapi bukan itu yang aku pikirkan tetapi yang aku pikirkan mengenai kejadian setelah itu dimana saat aku sudah berhasil menyelamatkan kucing tersebut, dia pun seperti tak ingin aku tinggalkan karena saat aku berjalan menggunakan kendaraan ku begitu jelas aku lihat jika kucing itu terus saja melihat ke arah ku. Dan keesokan harinya saat aku pergi ke toko tersebut aku mengalami hal yang tak aku inginkan dan hal tersebut adalah mengenai kekecewaan ku mengenai jawaban toko tersebut yang tak menjual kucing tersebut sehingga hal itu tentu saja membuat ku kecewa. Lalu bagaimana dengan kucing barusan yang ada dalam mimpi ku? kucing tersebut begitu seperti memberiku sebuah firasat, dia tak ingin sampai aku pergi bekerja. Aku jadi cemas merasa sedikit cemas, apa tak akan terjadi apa-apa?"ujar Sang saat itu memikirkan hal yang saat itu, menjadi sedikit cemas dengan kucing tersebut yang sepertinya memberikan sebuah firasat mengenai hal yang terjadi jika Sang pergi.
Sang pun menjadi cemas mengenai mimpi yang Sang alami barusan mengenai kucing yang seperti sangat memberikan Sang sebuah firasat, karena hal terakhir Yang Sang alami hampir sama dengan kejadian dalam mimpi tersebut dimana kucing menjadi salah satu penghalang, ( pemberi sebuah firasat ) dimana kucing tersebut seperti tak ingin membiarkan Sang pergi bekerja dengan tatapan mata nya yang gelisah terus saja memperhatikan Sang meskipun Sang sudah pergi menjauh dari tempat kucing tersebut, dan pada akhirnya Sang pun tega saja meninggalkan kucing tersebut untuk melanjutkan perjalanannya yang ingin pergi bekerja, di pekerjaan akhirnya teman Sang mengajak Sang pergi mengunjungi toko yang ada di dekat kantor nya esok hari, sehingga terjadilah peristiwa yang saat itu begitu membuat Sang kecewa. Dan karena hal itu lah saat ini Sang begitu sangat memikirkan tentang mimpi yang barusan Sang alami Sang begitu khawatir jika kucing itu benar-benar kembali mencoba memberi tahukan sesuatu kepada Sang meskipun lewat mimpi. Tapi meskipun begitu saat itu Sang kembali berpikir dan ingat dengan perkataan yang pedagang di dekat kantor nya katakan mengenai Sang yang sebaiknya belajar untuk mengontrol perasaan ego, dan emosinya agar dirinya bisa mengendalikan segala sesuatu yang ada dalam dirinya saat itu, lalu semua perkataan itu membuat Sang berpikir positif kembali dan tentu saja menenangkan dirinya sendiri dari perasaan cemasnya yang tentu saja belum jelas apa memang ada sesuatu hal yang harusnya Sang hindari atau itu hanya sebuah mimpi yang benar-benar hanya mimpi tanpa adanya makna di balik semua itu meskipun menyangkut kucing yang beberapa hari lalu sempat memberikan Sang firasat.
" Sebaiknya aku tidur kembali, ini masih cukup malam untuk beraktifitas, esok harinya ku harus dalam keadaan yang fit karena tentu saja esok hari aku harus pergi bekerja,"ujar Sang dalam hatinya sambil kembali merebahkan tubuhnya untuk beristirahat, karena pikiran dan hatinya sudah kembali merasa tenang.
Di keesokan harinya Sang terbangun dengan kondisi tubuh yang bugar dan siap untuk menjalani aktifitasnya seperti biasa, sampai ketika Sang keluar dari kamarnya Sang mendengar dengan suara yang tak terlalu jelas beberapa orang sedang berbincang, dengan cepat pikiran Sang langsung saja terpikir mengenai sesosok makhluk mengerikan yang sempat terlihat memiliki sepasang mata merah yang menyala di kawasan kandang domba tetangga Sang yang mengalami pembunuhan massal, dan tanpa pikir panjang lagi Sang pun langsung saja pergi ke ruangan yang dimana Sang bisa jelas melihat ke kandang tersebut, sehingga setelah menghampiri ruangan tersebut pada akhirnya Sang pun bisa melihat memang benar ada beberapa orang yang sedang berbincang di dekat kandang domba tersebut termasuk yang sedang bicara di sana adalah tetangga Sang yang mengalami tragedi mengerikan beberapa hari yang lalu.
" Kenapa aku bisa sampai mendengarkan perbincangan mereka meskipun samar, padahal posisi mereka saat ini dari depan tempat tidur ku memiliki jarak yang jauh. Dan aku juga baru sadar penglihatan ku sekarang-sekarang ini cukup tajam meskipun tak selalu, apa yang sebenaenya terjadi? apa ini hal yang normal? di tambah lagi ibu yang mengatakan jika diriku ini berbeda dari aku yang dulu, meskipun perubahan ku sekarang adalah perubahan yang positif dan ibu anggap perubahan ku adalah perubahan yang di sebabkan karena kedewasaan ku,"ujar Sang bicara sendiri menjadi sedikit aneh dengan apa yang terjadi pada dirinya sendiri saat ini.
Sampai pada akhirnya Sang pun melihat saja apa yang sedang terjadi di tempat tragedi mengerikan tersebut dimana tetangga ku masih saja berbincang dengan 2 orang yang di duga adalah pihak dari kepolisian saat itu, bahkan sekarang pun Sang masih bisa mendengarkan apa yang nerena bicarakan meskipun samar dan sangat kecil, sampai ketika Sang terus saja melihat dan mencoba mendengarkan percakapan mereka Sang pun di kagetkan dengan kehadiran Yang saat itu.
" Kau sedang apa Sang?"ucap Yang dengan tiba-tiba sambil tangan Yang yang menepuk bahu Sang saat itu.
" Ah, ibu. Kau mengagetkan ku saja ( Ujar Sang sambil memegang dadanya kaget ). Lihat bu tetangga kita yang kemarin mengalami sebuah tragedi sepertinya kembali di datangi oleh kepolisian dan sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu,"ujar Sang sambil menunjuk ke arah tetangganya tersebut yang terlihat sedang menceritakan sesuatu.
" Oh maaf Sang, habisnya kau terlihat sangat fokus melihat ke sana sampai kau tak sadar ibu tadi sedang menghampiri mu. Dan ibu aneh kenapa pagi-pagi seperti ini kau sudah ada di sini Sang?"ujar Yang bertanya aneh.
" Ya maaf bu sepetinya aku terlalu fokus melihat hal yang sedang terjadi sehingga aku tak mendengar kau yang barusan menghampiri ku bu, aku penasaran dengan apa yang mereka sedang bicarakan hehehe. Aku ada disini karena barusan aku lupa jika kemarin aku meninggalkan ( Sang melihat ke sekitar ruangan karena bingung harus menjawab apa ) nah gelas ini bu, kemarin aku kemari sambil membawa minuman dan bersantai disini dan aku lupa tak membawanya kembali jadi barusan aku berniat untuk mengambilnya dan akan mencucinya sambil aku mandi bu. Tapi setelah aku mengambil gelas ini aku tak sengaja melihat ke jendela dan melihat mereka tentu aku diam disini karena sudah aku katakan barusan jika aku penasaran dengan apa yang mereka sedang bicarakan bu,"ujar Sang sedikit terpojok karena takut Yang sadar jika apa yang Sang katakan adalah alasan bohong kenapa Sang ada di ruangan ini. lalu mengatakan apa yang sedang Sang lakukan.
" Oh ya baiklah Sang, jika seperti itu sebaiknya kau cepat pergi Sang siapkan dirimu karena kau harus bekerja kan Sang? jika melihat mereka berbincang apa lagi jika sampai benar tetangga ibu sedang berbincang dengan polisi tentu saja ibu juga penasaran dengan apa yang sebenarnya mereka katakan, mungkin saja mereka sedang membicarakan mengenai kejadian kemarin malam kan? ibu akan menanyakannya nanti, semoga saja ada hal baik mengenai kejahatan yang semakin hari semakin mencekam ini Sang,"ujar Yang menyuruh agar Sang lekas membersihkan dirinya karena harus bekerja hari ini, dan bicara seperti itu dengan dirinya yang bertujuan untuk menanyakan mengenai hal apa yang di bicarakan mereka saat ini nanti.
" Ya baik bu. Aku juga berharap seperti itu bu, semoga ada kabar baik sekalian saja semoga pihak kepolisian berhasil menemukan pelaku dan mengurungnya langsung saja di sel tahanan bu. Baiklah aku membersihkan diriku dulu, karena tentu saja aku tak boleh sampai terlambat bekerja,"ujar Sang berharap hal yang sama dan langsung saja pamit pergi untuk membersihkan dirinya saat itu.
Dan pergi sementara Yang terlihat masih berada di sana untuk melihat tetangganya yang masih saja berbincang dengan kepolisian saat itu. Sampai setelah beberapa saat Sang pun selesai membersihkan dirinya, memakai baju untuk bekerja lalu keluar dari kamarnya. Tapi setelah Sang keluar dari kamarnya Sang pun tak langsung ke bawah untuk sarapan tapi Sang malah pergi ke ruangan di mana dia bisa melihat tetangganya yang tadi sepertinya sedang menceritakan sesuatu kepada pihak kepolisian yang mendatanginya, saat Sang sudah ke ruangan tersebut tetangganya dan pihak kepolisian sudah tak ada di sana.
" Sepertinya mereka sudah selesai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di tempat itu. Semoga saja tetangga ku itu mendapatkan kabar baik dari kepolisian mengenai apa yang dia temukan dari kejahatan yang terjadi malam kemarin,"ujar Sang sambil melihat ke posisi dimana tetangga Sang berada berbincang dengan kepolisian tadi.
Sang pun langsung saja meninggalkan ruangan tersebut dan pada akhirnya Sang menghampiri Yang yang sudah ada di meja makan menunggu Sang sarapan saat itu.
" Duduk lah Sang, ini makan,"ujar Yang sambil sudah mengisi piring untuk Sang makan.
" Terima kasih bu. Oh ya bu apa hari ini kau akan pergi bekerja?"ujar Sang bertanya.
" Sepertinya ibu tak akan bekerja dulu untuk hari ini Sang, dan ibu akan kembali mengunjungi tetangga ibu saja, barangkali dia mendapatkan sebuah kabar baik atau jika tidak pun tak apa-apa, ibu mungkin akan bisa memberikannya semangat dan simpati atas apa yang sudah dia alami kemarin malam Sang. Tapi tentu saja ibu berharap semoga ada kabar baik dari kepolisian untuk tetangga ibu dan kasus mengerikan yang tengah terjadi di tempat tinggal kita Sang"ujar Yang menjawab, dan berharao kembali akan mendengarkan kabar baik untuk kasus ini.
" Oh ya baiklah bu, jika seperti itu aku harap kau berhati-hati, kunci pintu rumah selalu bu jangan sampai ada hal buruk yang membuat mu panik, aku akan mencoba pulang secepat mungkin saat sudah waktunya bu. Semoga saja bu, semoga ada kabar baik mengenai kasus ini. Baiklah bu aku pamit untuk pergi bekerja,"ujar Sang, lalu pamit untuk pergi bekerja.
Saat Sang pergi bekerja Yang pun langsung saja membereskan rumah lalu seketika Yang pun langsung saja pergi ke rumah tetangga nya saat itu untuk menanyakan apa yang sudah dia bicarakan dengan polisi, jika ada kabar baik tentu Yang sangat bersyukur tapi jika tidak ada pun tentu saja Yang akan memberikan simpati kembali kepada tetangganya itu agar dirinya tak terus larut dalam kesedihan karena mengalami musibah kemarin malam. Di sisi lain Sang sudah kembali berhenti di tempatnya biasa memberikan makan kepada kucing-kucing jalanan saat itu dan tentu saja Sang berhenti sejenak untuk melihat kucing-kucing itu makan, sesekali Sang melontarkan kata-kata pujian dan candaan dengan dirinya yang mengusap kepala kucing tersebut hingga akhirnya Sang pun merasa sudah cukup melakukan hal yang biasanya di lakukan untuk kucing-kucing tersebut dan langsung saja menghampiri kendaraannya berniat untuk melanjutkan perjalanannya ke kantor nya bekerja. Tapi Sang dibuat sedikit aneh karena salah satu kucing tersebut saat itu menghampirinya dan langsung saja mencium kakinya dan mengusapkan badannya, tapi setelah itu kucing tersebut pun pergi kembali ke kawanannya dan kembali menyantap makanan yang Sang sudah bagikan tadi.
" Aku kira tadi kucing itu ( Sang terdiam ) ah sudahlah jangan sampai pikiran buruk ku kembali membuat fokus ku bekerja dari buyar, sebaiknya aku cepat ke kantor jangan sampai terlambat,"ujar Sang dengan langsung saja mengendarai kendaraannya untuk melanjutkan perjalanannya ke kantor.