Bunga tiada

1961 Kata

Mira memeluk Bunga yang sedang bersimbah darah. Berusaha membantu membelitkan selimut ke tubuh lemah sahabatnya. Menutupi setiap inci kulit yang terekspos tanpa busana. Dari kedua matanya, mengucur deras bulir kesedihan yang tak dapat lagi ia sembunyikan. Bahkan dari semua tatap mata yang melihat saat ini. Satu sisi Mira yang tidak diketahui anak buahnya yang lain selain Bunga, kini dipertontonkan juga. Mira menangis, merintih penuh rasa sedih dan sesal. Berteriak kesana kemari dengan bingungnya. Meminta menelpon ambulans, meskipun dilarang oleh Bunga. Bunga berharap  dirinya mati saja pada malam itu, agar dapat terlepas dari rasa sakit yang luar biasa. Pada akhirnya Mira memerintahkan anak buahnya menyiapkan mobil, menunggu ambulan akan memakan waktu lebih lama. Sedangkan mereka berkej

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN