Tiara mematut diri di depan cermin. Meraba wajah yang tampak mengerikan seperti monster. Lebih dari limapuluh persen wajahnya hancur, melepuh meninggalkan luka koreng menjijikkan, mengerikan. Hari ini adalah jadwalnya keluar dari rumah sakit setelah dirawat hampir satu Minggu. Rasa sesak di d**a sudah jauh berkurang meskipun masih harus terus disuplai obat-obatan. Tiara sampai bosan setiap hari mengkonsumsi obat yang jumlahnya tidak hanya satu. Sejenak Tiara mematung, memikirkan rencana hidupnya kedepan. Kemana ia harus pulang? Rumah kenangannya telah habis terbakar. Rumah yang sedari awal ia dan Danu pertahankan untuk tidak di tinggalkan. Danu, dimana dia? Tiara benar-benar merindukan Kakak jadi-jadiannya itu. Bagaimana caranya mereka dapat bertemu kembali sedangkan Tiara tak ingat

