Tiara melupakan sejenak kesedihan dan kebencian pada pria miterius tadi. Mulai fokus pada pisau yang ada di tangan. Berusaha memotong tali besar pengikat pergelangan tangan mungilnya. Hish, kenapa pria itu menolong setengah-setengah? Cukup sulit mengiris tali besar tanpa melihat dengan baik. Salah-salah pergelangan tangannya ikut tergores. Setelah berusaha selama beberapa saat, akhirnya tali itu putus juga. Tiara membuka penutup mata, meregangkan lengan yang terasa kaku dan nyeri. Tiara menatap sekitar, mencoba menebak dimana ia berada. Sebuah rumah cukup besar namun tidak terawat. Sepertinya lama tidak ditempati. Haruskah ia mendengarkan ucapan pria tadi? Tapi siapa dia pun Tiara tidak mengerti. Jangan-jangan pria itu penjahat yang sebenarnya! Tapi Tiara ada dimana? Haruskah ia per

