Semua sedang sibuk menghadap meja masing-masing. Memindahkan isi piring kedalam perut-perut yang udah mulai berdemo meminta hak untuk menggiling. “Bik! Ayo kita makan bareng.” Ajak Tiara pada Bik Inah. Sejak tadi Sang Nanny hanya bolak-balik saja melayani tuan rumah. “Bibik gampang, Non. Yang penting bayik gedenya Bibik kenyang dulu!” sahut Bik Inah dengan santai. Sedangkan sosok yang disinggung menatap tajam ke arah Sang Nanny, seperti ingin menelan. “Den Ray makan yang banyak. Nanti kalau sudah kenyang kan enggak perlu makan Bibik!” Bik Inah terus berucap sambil menunduk. Tak berani menatap manik mata tuan mudanya. Memilih segera menyingkir ke dapur. Menyelesaikan bekas acara masak bersama yang justru membuatnya bekerja ekstra. Membersihkan peralatan yang banyak terpakai, belum lagi b

