“jadilah temanku!” pinta Wahyu. "Hah?" Bunga tercengang mendengar ucapan Wahyu. Apakah telinganya tidak salah dengar? Dia? Seorang Bunga Malam, berteman dengan seorang Presdir? Apa kata dunia! Bagaimana dengan reputasi Wahyu, jika ada yang mengenali dirinya sebagai penjaja diri di Alexa. Bunga ingin memprotes, tapi antrian kasir kini gilirannya. Wahyupun telah berlalu, menunggu dirinya di pintu keluar. Kenapa dia menunggu di sana? Hmm, ternyata air mineralnya masih di trolly. Setelah memproses barang belanjaan di Kasir, Bunga menghampiri Wahyu, menyerah air mineral milik Presdir muda itu. "Ini, punya anda!" "Hmmm!" Wahyu berdehem, mengajukan protes. Apa yang salah? "Ah, ini punyamu!" ulang Bunga. Wahyu tersenyum, menerima air mineral miliknya. Di teguknya beberapa kali, tenggoroka

