Tak sesuai harapan

1913 Kata

Tiara telah menyelesaikan pembayaran di kasir. Kini ia berdiri celingukan sendiri di depan toko, menunggu sosok Rayyan yang tak kunjung datang menampilkan batang hitungnya. Mana seh Rayyan! Lama banget! Apakah ia harus masuk ke toko tempat Rayyan tunjuk sebelumnya? “Hai Ra! Ayok, aku sudah selesai.” Bunga datang dengan membawa beberapa kantung belanja yang terisi penuh barang belanjaan kebutuhan rumah. “Bunga, ini kita belanja untuk berapa bulan?” Tiara sampai melongo, tak percaya. Bunga tersenyum lebar. “Mumpung ada kamu, ada yang bantu bawakan belanjaanku. Nih, bawain! Berat tau!” Bunga mengulurkan salah satu kantong belanja dari tangannya. “Yuuk, kita mau langsung pulang atau cari makan dulu?” tanya Bunga. Menarik lengan putrinya agar berlalu dari tempatnya. “Aaah, anu, Bunga. Aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN