Kejujuran, Wahyu-Bunga

1971 Kata

“Mas, Danu! Apa kabar? Kok baru muncul?” Meskipun itu bukan Rayyan, Tiara menyambut tamu tersebut dengan baik. Dirinya memang merindukan sosok jahil Danu. Sudah lama mereka tidak bertemu. "Kamu yang enggak pernah datang ke sana!" Danu mengacak poni tipis tiara. “Tiara kan sibuk kuliah! Lagian ngapain Tiara ke sana!” cibir Tiara. Danu tersenyum. “Aku mau bicara sesuatu sama kamu Ra, ada hal yang penting.” “Oh ya? Soal Apa Mas?” “Soal..,” “Siapa Ra? Diajak masuk temannya. Kok malah ngobrol di pagar!” Bunga berteriak dari tempatnya. “Ada Bunga?” Danu melongok masuk kedalam pagar. “Iya, Bunga cuti kalau aku pulang. Yuk, masuk. Gabung! Kita lagi bakar-bakar di halaman rumah.” “Boleh, bakar apa? Asal bukan bakar rumah!” Bahu lelaki itu mendapat hadiah dari jari Tiara. Danu meringis meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN