Tok tok tok! Terdengar ketukan pintu kesekian kalinya, Bunga meninggalkan aktivitas mencuci di kamar mandi, bergegas mengeringkan tangan dan kakinya yang basah, berjalan cepat ke depan untuk mencari tau siapa yang bertamu. Jika Wahyu atau Alex yang datang, mereka hanya perlu mengetuk sekali, lalu masuk. Secara mandiri membuka pintu sendiri, tanpa menunggu pemilik rumah. “Iya, sebentar!” suara Bunga melengking, menggema ke seantero ruangan yang memang tidak terlalu besar. Ia tidak berani berlari dalam keadaan hamil mudanya. ia khawatir akan terpeleset dan membahayakan janin didalam perutnya. “Hai!” sapa tamu dibalik pintu. Ia tersenyum lebar kepada Bunga. Sedangkan Bunga menelan ludah kasarnya, beringsut mundur. Seolah menyadari adanya bahaya yang berada di depan mata. “Kau tidak memp

