Aku hanya tamu baginya!

1788 Kata

Wahyu masih sibuk di balik kemudi saat ponselnya berdering tiada henti. ia menyingkir ke bahu jalan beberapa saat, hingga akhirnya kembali memacu kendaraannya. “Ya Hallo, Bunga.” Wahyu mengangkat panggilan Bunga menggunakan airpods agar tak mengganggu konsentrasinya di balik kemudi. “Ha-lo, Mas...,” terdengar suara Bunga yang tersengal-sengal diantara rintihannya. Jelas terdengar ia sedang menahan rasa sakit di seberang sana. Pikiran Wahyu semakin kalut, ingin segera tiba di tempat Bunga. “Iya, aku sedang di jalan. Kamu yang sabar ya! Gimana keadaan kamu?” “Mas, aww—cepet Mas! Aku nggak kuat! Aaww, Sakit!! Sakit Mass!!” jerit Bunga. Wahyu semakin tak tenang, bagaimana bisa dirinya tidak berada di sana saat wanita yang ia kasihi tengah berjuang melawan rasa sakit persalinan sendirian.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN