Tiara mengunci pintu kamar, tak ingin ada seorang pun menganggu. Dilemparkan tubuh letihnya ke atas ranjang. Menangis tertelungkup memeluk bantal. Rasa sakit yang amat sangat menyerang begitu saja. Bagaimana bisa, takdir mempermainkannya sekejam itu. Jadi ia adalah anak haram? Selama ini dekat dengan Rayyan, dan jatuh cinta pada kakaknya sendiri? Wahyu adalah ayahnya!? Dan hal yang paling menyakitkan adalah, ia menyayangi wanita yang telah berusaha membunuh dirinya! Tiara menangis sejadi-jadinya sendirian di kamar. Pikiraannya buntu, tak tau apa yang harus dilakukan kedepannya. Bagaimana bisa ia mencintai dan menikahi kakaknya sendiri kelak. Terlebih mereka satu ayah, satu darah! "Non, Non Ara! Ini Bibik. Bibik Bawain s**u hangat." Bik Inah mengetuk pintu, memelas minta dibukakan. T

