bab 14 - Pesan Dari Dimas.

994 Kata

Ahh ... aku bahkan tidak mendengar suara mobilnya saat Ibu datang. Masalah ini sungguh menguras pikiranku. "Gimana, Sya. Mertuamu bilang apa?" tanya Ibu. Aku menghembuskan nafas, rasa sesak masih saja menjalar di hatiku. "Ibu bilang ... dia akan bicara sama, Dimas." sahutku lesu sambil menduduki bangku yang ada di teras, tatapan kosong kearah jalanan. "Yah ... semoga saja," Ibu bernafas panjang. "Sebenernya, Ibu sakit hati sama Dimas. Tapi kalau sampai kalian berpisah, kasihan anak-anakmu." Anak-anak? Ada rasa yang tiba-tiba menjalar perih, saat mengingat kedua buah hatiku. Mata yang terasa panas ini terpejam sesaat, aku menarik nafas dalam-dalam. Anak-anak ... ya, lagi-lagi itu yang menjadi masalah. Sejauh ini aku sudah bertahan demi mereka, tapi Mas Dimas semakin mendalami cintanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN