Ahh ... aku bahkan tidak mendengar suara mobilnya saat Ibu datang. Masalah ini sungguh menguras pikiranku. "Gimana, Sya. Mertuamu bilang apa?" tanya Ibu. Aku menghembuskan nafas, rasa sesak masih saja menjalar di hatiku. "Ibu bilang ... dia akan bicara sama, Dimas." sahutku lesu sambil menduduki bangku yang ada di teras, tatapan kosong kearah jalanan. "Yah ... semoga saja," Ibu bernafas panjang. "Sebenernya, Ibu sakit hati sama Dimas. Tapi kalau sampai kalian berpisah, kasihan anak-anakmu." Anak-anak? Ada rasa yang tiba-tiba menjalar perih, saat mengingat kedua buah hatiku. Mata yang terasa panas ini terpejam sesaat, aku menarik nafas dalam-dalam. Anak-anak ... ya, lagi-lagi itu yang menjadi masalah. Sejauh ini aku sudah bertahan demi mereka, tapi Mas Dimas semakin mendalami cintanya

