Part 105 "Sungguh menyebalkan." Salma mengerucutkan bibirnya dan masih mengingat kejadian baru saja tadi. Salma berada di dalam ruang kesehatan bersama Malvin saja yang kini tengah mengobati lutut kakinya Salma yang terluka akibat terjatuh di lapangan basket. Salma duduk di atas brangkar dengan kakinya di atas paha Malvin dan Malvin duduk di kursi plastik. "Sebenarnya gue bisa obatin sendiri." Alasan Salma berkata itu karena sekarang ini Salma selalu merasa gugup saat dengan Malvin. "Kenapa lo gak nolak dari awal?" tanya Malvin heran dan juga ia telah selesai mengobati kakinya Salma. "Gue sudah nolak ya, tapi lo maksa." Salma mendengus sebal. "Kalau gak gitu, lo mikir gue asyik sama cewek lain terus lupain lo dan asal lo tau cuman lo yang ada di hati gue." Malvin menyengir leba

