Part 24 "Sekarang gantian lo yang mukanya masam, napa lo?" tanya Salma seraya masuk ke dalam mobil dan mobil pun perlahan berjalan dengan laju stabil. "Gue lagi marah aja dan ingin rasa cabik-cabik wajah orang." Silma pun berteriak kesal dan tangannya mencakar tempat duduk pengemudian. "Apa lo punya masalah sama Alfama*t?" tebak Salma. "Lo bisa banget nebak bener sih." "Kan gak enaknya pacaran kayak gitu, marah-marahan enggak jelas." "Salma, kok lo ngomong gitu sih!" Suara Silma agak meninggi. "Ingat ya, kita tidak diperbolehkan pacaran. Lo jangan sampai lampiasin orang rumah, mereka bakal curiga." "Ya gue bohong lah, tinggal bilang tugas gue banyak dan itu menjadi sebab gue marah. Mudah kan?" Silma menguncir rambutnya asal. "Iya deh ya terusin aja lo bohongi orang tua. Nanti

