Part 17 Salma pun menunjukkan kepada Malvin sewaktu membatalkan blokiran nomor ponsel lelaki itu diponselnya. Malvin cengengesan lalu menyuruput teh hangatnya dan bersendawa pelan. Nasi pecel dan teh hangatnya telah habis. Malvin beranjak, mencuci kedua tangannya dan dari sana cowok itu menyuruh Salma ikut pergi dari sini. Salma memasang muka jengah sedangkan Malvin mencuri pandang ke arah Salma. "Kita duduk di pinggir jalan sana aja!" Ajak Malvin yang hangmya dibalas anggukan malas oleh Salma. Setelah mendapat tempat bicara empat mata yang dirasa aman-aman saja akhirnya Malvin mulai bercerita. " Ya gue emang tau dari bio lo, gue juga heran. Kenapa kakek sembunyiin bio lo di kantornya karena sebelumnya gue nanya ke guru tapi gak dikasih tau. Ya sudah gue nekat ke ruang kepala seko

