Part 18 "Rasa penyesalan tidak berarti bagi si penjahat, kecuali kalau mereka sudah mengalami kejadian buruk yang menimpa pada diri sendiri barulah mereka menyadarinya bahwa karma itu ada." - Salma- . . . Silma dan Salma sudah berada di dalam mobil. Keduanya sama-sama menghembuskan napasnya panjang. "Gila gila, jantung gue cepet banget temponya." Salma menepuk dadanya sebentar, merasakan debaran jantungan yang cepat seperti habis olahraga. "Sama, Sal." Silma mengatur napsnya yang tidak beraturan. "Kita tadi lupa enggak rencanain dulu, jadi begini deh." "Iya sih, duh tadi sebelum ke ruang makan kok gak ada kepikiran rencanan dulu gimana. Gue ngantuk banget." Silma menguap lebar dan matanya terpenjam. "Jangan tidur, ditahan dong. Gue ngantuk banget tapi gue tahan-tahan. Gu

