Part 43 "Sil, Salma nggak satu sekolahan sama lo ya?" tanya Kiky kepada Silma dan ia baru saja teringat seseorang yang dirindukannya. Silma menghentikan langkahnya lalu menghadapkan tubuhnya ke samping. Mereka berdua berada di koridor dan akan menuju kelas mereka masing-masing setelah terdengar bel masuk kelas beberapa menit yang lalu. "Salma sudah tau lo kok." Silma menelan ludahnya susah payah dan mengakui telah melakukan kesalahan yang sama yakni berbohong. Berbohong menjadi sifatnya yang melekat pada dirinya sendiri sekarang ini. "Terus?" tanya Kiky, maniknya berbinar-binar dan tidak sabar mendengar kelanjutan ucapan Silma. "Tapi, Salma nggak mau ketemu sama lo lagi. Dia sudah kecewa sekali karena lo ninggalin dia tanpa pamit." Silma memasang muka sedihnya supaya lebih dramat

