Di dalam kebingungan, Luke terus saja bertanya tentang apa yang terjadi kepada dirinya. Sembari memeluk erat Emil, ia memikirkan segala kemungkinan yang telah ia alami. Termasuk cidera atau patah tulang yang mungkin saja ada pada pundaknya. Tetapi jika demikian, bagaimana pihak rumah sakit bisa mengabaikannya. "Tenanglah, Luke!" "Emil." "Ya?" "Mungkin, aku bukan putri dari keluarga ini." "Kamu harus tenang, Luke!" "Tidak, kamulah yang harus mendengarkan aku!" "Oke." "Harusnya tidak sulit mencari informasi tentang aku, dan dia." "Dia?" Luke melepaskan pelukannya, lalu menggenggam kedua tangan Emil. "Menurutmu, mungkinkah jika aku memiliki saudara kembar?" "Apa?" "Mungkinkah?" tanya Luke sekali lagi, dengan mata yang berkaca-kaca. "Jika itu memang benar, maka tidak sulit bagiku

