Di bilik ketakutan, ada rasa iba yang menyelimuti hati Luka ketika melihat dua wanita tak berdaging berada di hadapannya. Entah siksaan seperti apa yang sudah para iblis itu sudah berikan, nyatanya kedua manusia ini bagaikan mayat hidup. Luka berusaha untuk mendekat, dan menyapa. Tetapi hatinya ragu karena menyadari bahwa dirinya hanyalah orang asing. Namun, setelah cukup lama terdiam. Wanita yang memiliki tatapan sendu, mengintip ke arah Luka dan tampak ingin bertanya. "Ka-kamu mengenali suamiku?" "Aku memanggilnya paman," jawab Luka Sama kakunya dengan wanita tersebut. Mata wanita itu langsung berkaca-kaca, lalu ia memaksakan senyum, di atas bibir yang kering, dan terluka. "Entah kapan dia akan menjemput kami," timpalnya penuh luka serta kesedihan. Luka tertunduk bersama bibir yang

