Paman risau, hatinya kian gelisah ketika mendengar doa-doa yang Luka panjatkan melalui sujudnya subuh tadi. Tanpa terasa, hati paman terketuk untuk membantu Luka agar keluar dari lingkaran iblis yang berniat untuk menjeratnya. Namun, kebimbangan muncul ketika ia mengingat istri dan anaknya yang kini disembunyikan entah di mana. Sebagai seorang ayah dan suami, ia wajib menjaga serta menyelamatkan keluarganya. Tetapi sebagai seorang manusia, ia merasa tak pantas mendorong Luka untuk menjadi iblis bertopeng manusia. Sebab, selain baik. Pemuda ini sudah terlalu banyak menderita. Ditambah lagi, Luka susah menganggap paman Putra seperti keluarga sendiri. Kasih sayang Luka, terasa kental mengalir baginya. Semua ini, membuat paman berada di dalam dilema. Tak lama setelah kegelisahan hatinya men

