Takut

1419 Kata

Saat pintu kelas sosial menganga, penderitaan dan kebenaran, hanya tinggal jadi berita. Setiap hari, anak jalanan berada di dalam ancaman nasib buruk, dan air mata. Luka tak tahu, hari ini ia akan mati, atau hanya sekadar bertahan lagi. Baginya, dua rasa tersebut sama saja. Sejak mamanya menitipkan Luke di dalam pelukannya, maka apa pun hukuman dari setiap peristiwa, akan ia tanggung sebagai beban yang indah. Luke membenamkan wajah, di dadaa kakaknya yang sudah kotor dengan darah. Ia trauma dengan para jalang, serta laki-laki lain selain kakaknya. Bahkan, ketika telah berada di dalam pelukan Luka, seluruh tubuhnya masih bergetar hebat. Suara isak tangis ketakutan, terdengar jelas di telinga keturunan Sanur yang terkenal kaya raya. Sayangnya, si kembar yang terlupakan hidup bagai seonggo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN