Tangis

1439 Kata

Pukul 20.00 WIB. Setelah selesai membereskan peralatan makan malam. Luke mengintip Luka yang tengah duduk di pintu kardus, sembari menatap langit. Bagi keduanya, bulan dan bintang adalah sahabat, sekaligus hiburan gratis yang indah. Sama halnya seperti anak jalanan yang lain, dapat menjalani hidup tanpa kejahatan dari orang lain, membuat keduanya masih merasa beruntung. Luka menoleh ke arah Luke. "Kenapa ngintip-ngintip begitu?" tanya Luka kepada adiknya. "Tidak," jawab Luke sambil menggelengkan kepalanya. Luka masuk ke dalam rumah, dan langsung mendekati Luke. Ia mengambil uang dari dalam saku celananya, untuk diserahkan kepada Luke. "Ini uang untuk sekolah besok. Hati-hati saat membawanya, oke?" "Alhamdulillah ... tentu saja, Kak. Bahkan, Luke akan menjaganya dengan nyawa." "Bicara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN