Hari-hari berlalu dengan putaran yang cepat. Tanpa masalah intimidasi, Luke sudah menghabiskan 10 hari bersama Luciana. Bagi Luke, hidupnya di rumah ini bagaikan duduk di atas Roller coaster. Sebab, setiap hari, ketika ingin menemui Luci, jantungnya berdetak tidak terkendali. Seperti sebelumnya, Luke mempersiapkan sarapan untuk Luci. Tetapi, baru saja selesai, perempuan menyedihkan itu, sudah berada di atas tangga tertinggi, sembari menatap ke bawah. Sementara, orang-orang yang berkumpul di meja makan, sama sekali tidak menyadari kehadirannya. Apalagi selama ini, Luciana enggan untuk meninggalkan kamarnya. "A!" Luke terkejut dan ingin membantu. Lalu dengan cepat ia meletakkan makanan di atas meja kecil di sisi tangga, dan mengenakan sarung tangan. Luciana terus saja memantau sikap Luke

