Loui tersenyum saat melihat Stacy yang tengah sibuk memasak. Rasanya benar-benar seperti dia mimpi yang indah. Merasa diperhatikan seseorang, Stacy membalik tubuhnya, menemukan Loui yang tengah berdiri sambil menatapnya. "Kenapa tuan Kim? Apakah tidur mu nyenyak?" Tanya Stacy kembali fokus pada masakannya. Loui menghampiri Stacy, memeluk wanita itu erat. "Sangat nyenyak nyonya. Semalam adalah tidur paling berkualitas selama tujuh belas tahun ini" Stacy yang mendengar hanya tersenyum, mencoba menutupi rasa senangnya karena bisa membantu tidur Loui. "Terus saja peluk, merasa di rumah ini hanya berdua" Sindir seseorang yang baru datang. Loui langsung melepaskan pelukannya, menatap kikuk pada Austin yang kini tengah meminum jus jeruknya. "Kenapa dilepas? Sudah puas?" Sindir Austin lagi,

