"daddyyyyyyyy" Alexander langsung tersedak saat Axel dengan suara kencangnya berdiri dihadapannya sambil bertolak pinggang. "Kau hampir membuat daddy mu mati, Son! Kenapa teriak-teriak?" Axel memutar bola matanya "cuma hampir Dad, belum mati sungguhan" "Dasar anak kurang ajar" "Terserah kau saja, tuan Caplang" "Wah lihat, kau bahkan menghinaku sekarang. Kalau bukan karena aku, kau tidak bisa memiliki wajah yang tampan Son" "Yayaya, terserah! Tapi kenapa Daddy tidak bilang jika tetangga kita Gladys?!" "Wahh, benarkah?" Axel berdecak, jelas sekali jika sang ayah sedang meledeknya. "Memangnya kenapa Son? Kau senang bukan???" Goda Alexander. "Apa aku terlihat senang? Kau mimpi!" "Yasudah, yang senang biarkan Austin, lagipula rumahnya juga masih sekitar sini" jawab Alexander lalu be

