Delapan

2267 Kata

Sean menatap sendu punggung Gladys yang baru saja masuk ke ruang rawat, hatinya begitu perih melihat respon Gladys saat dia memanggilnya, bahkan gadis manisnya itu bisa duduk dengan nyaman dan berbicara dengan Alexander, tapi dengan nya? melihat wajah dirinya saja, Sean yakin Gladys pasti benci. Alexander hanya diam melihat kedatangan Sean, dia masih kesal pada pria itu, jadi, puasa bicara sepertinya bukan ide buruk. Sean duduk di samping Alexander, tempat yang di duduki Gladys sebelumnya. Luka di wajahnya bahkan belum kering, ditambah ekspresi suram yang dia tampilkan, sungguh kasihan. Kemana wajah yang selalu di puja para wanita itu? Alexander masih diam, bahkan seolah menganggap Sean tidak ada. "kau bicara apa dengan Gladys?" tanya Sean Alexander masih diam, membuka layar ponselnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN