Sean William 17 Tahun Lalu

428 Kata
Flashback Jika sudah cinta, siapa yang peduli dengan perasaan orang lain? Sean di 17 tahun yang lalu, seorang yang hatinya buta dan lebih memilih untuk mencari mantan kekasihnya yang telah pergi meninggalkannya. Setelah mengetahui bahwa dirinya di tinggalkan pergi oleh sang kekasih karena kekasihnya itu memilih pria lain, Sean kemudian menikah dengan sorang gadis karena paksaan kedua orang tuanya. Menikah dengan gadis itu, membuat Sean bertekad untuk belajar mencintainya. Tapi, semua usahanya sia-sia saat mendengar bahwa sang mantan telah berpisah dengan pria pilihannya, Sean diam-diam mencari keberadaan sang mantan kekasih. Sean jahat, sangat. Dalam dirinya dia selalu berusaha mencintai istrinya, bertingkah sebagai suami yang sangat baik dan perhatian, tapi dibelakang itu, dia kembali menjalin hubungan dengan sang mantannya. Sungguh pria bermuka dua yang sangat jahat. Tapi sayang, istri seorang Sean bukanlah orang yang bodoh. Mungkin Sean melupakan gelas S.Psi istrinya, seorang wanita lulusan terbaik di jurusan Psikologi yang juga seorang psikolog. Istrinya sangat sadar dengan segala tingkah Sean, tapi dia berpura-pura tidak tahu, hingga waktunya, dia sendiri yang akan memilih untuk tetap bersama Sean atau meninggalkan Sean. Bertingkah seolah tidak ada yang terjadi, mereka bersikap seperti biasanya. Membuat Sean merasa semua baik-baik saja tanpa dia tahu bahwa istrinya telah mengetahui semunya. Dengan dasar pemikiran, bahwa rumah tangganya yang harmonis, Sean pergi selama tiga bulan dengan alasan melakukan pekerjaan di luar negeri kepada sang istri. Tapi jelas itu sebuah kebohongan untuk menutupi liburannya bersama sang kekasih. Tanpa Sean ketahui, selama Sean pergi, Stephani sang istri juga merancang masa depannya yang baru, mengatur tempat tinggal untuknya, menata keuangannya. Hingga mengurus perceraiannya. Tiga bulan setelahnya Sean menginjakan kaki di rumahnya, dengan perasaan tenang dan berpikir bahwa semua baik-baik saja Sean membuka pintu untuk menemui istrinya. Keadaan rumah sangat sepi, Sean berpikir, mungkin istrinya itu sedang keluar berbelanja. Sean tidak tahu jika rumah itu memang tidak dihuni. Sang istri sudah pindah dengan segala persiapannya. Mata Sean membulat, jantungnya terasa seperti keluar dari dalam tubuhnya. setelah menemukan sebuah surat diatas meja rias sang istri. Dia tahu segalanya. Sean berucap dengan lirih setelah membaca surat dari istrinya, dan di hari itu, Sean kehilangan keduanya. Sosok yang dia coba raih kembali ternyata kembali melakukan hal sama seperti dimasa lalu, pergi bersama pria lain lagi. sedangkan wanita yang menjadi istrinya dan berusaha untuk dia pertahankan telah lebih dulu meninggalkannya. "kini aku sadar, Dia yang ku kejar bukanlah yang terbaik, tetapi Dia yang selalu ada dan melihatku dalam diam dengan segala rasa tahu dan rasa sakit dalam hatinya adalah paling terbaik. Betapa bodohnya aku ketika kesadaran itu muncul disaat dia yang paling terbaik itu telah pergi"   ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN