Alexander Park 17 Tahun Lalu

322 Kata
Flashback Seperti rumah, tempat berlindung dari hujan rintik ataupun besar dari badai hingga terik nya matahari. Tapi Alexander dibuat lupa, rumah juga bisa rapuh dan keropos jika tidak di pelihara. Sebuah perumpamaan yang cocok untuk istrinya, tapi Alexander lupa jika istrinya juga bisa berhenti bersabar karena tingkahnya, lalu memilih pergi meninggalkannya. Dengan kata-kata manis dan penuh janji, Alexander meminta Victoria untuk menjadi pasangan sehidup sematinya, serta berjanji akan menghilangkan segala sifat buruknya, menghilangkan sifat bermain wanita jika Victoria bersedia menikah dengannya. Tapi Park Alexander tetaplah Park Alexander, ucapan itu seolah hanya permen kapas yang akan hilang jika terkena air. Akan dilupakan seiring waktu. Bukan pertama kalinya Victoria melihat Alexander bersama wanita yang dia ketahui sebagai mantannya. Iya, kata Alexander hanya mantan, tapi Victoria tidaklah bodoh untuk mengetahui bahwa mereka masih menjalin hubungan. Lain hari, lain wanita, itu prinsip hidup Alexander sepertinya, seolah satu berlian besar tidak cukup baginya. Bodohnya, Park Alexander bukannya menambah “berlian” lagi, tapi pria itu malah meraup batu kali sebanyak-banyaknya. Mengetahu bahwa Victoria memiliki sifat pemaaf, membuat dirinya selalu merasa aman untuk melakukan kesalahan. Menyibukan diri sendiri dengan wanita lainnya, hingga terkadang lupa bahwa ada seseorang yang menunggunya. Maaf memang bisa Victoria berikan, tapi tidak untuk kesalahan yang sama. Alexander berusaha menyenangkan wanita lain diluar sana tanpa tahu bahwa orang yang menunggunya dan selalu di berikan rasa luka yang teramat dalam, mengikis rasa cinta, rasa sayang dan maaf untuk Alexander. Hingga malam itu dia sadar. Bahwa orang yang menurut nya akan selalu memaafkan dirinya, orang yang selalu dia anggap baik-baik saja dan akan selalu menerimanya, orang yang akan terus mencintainya pergi meninggalkan dirinya. Membawa luka, benci dan putus asa. Dia sadar, terlalu banyak kesalahan yang dia lakukan dan hari itu Alexander merasakan rasa takut yang teramat besar, rasa takut bahwa orang yang dia cintai itu tidak akan memaafkannya lagi.  Mengapa rasa sadar akan cinta yang besar itu muncul saat orang yang di cintai justru telah pergi?   ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN