Loui Kim17 Tahun Lalu

354 Kata
Flashback Mencintai dengan menyakiti, itulah yang dilakukan oleh seorang Loui Kim atau biasa di sebut Loui, seorang pemimpin mafia yang juga berbisnis restoran. Loui mencintai Stacy, sangat. Tapi dia bodoh dalam mengekspresikannya, Stacy tempat mencurahkan segalanya senang, sedih bahkan emosinya. Loui bukanlah orang yang sabar, keahlian bela diri yang dimilikinya bahkan sering dirasakan oleh Stacy. Pernahkah mereka b******a dengan lembut? Tentu tidak pernah, cambuk, pukulan bahkan tarikan selalu Stacy rasakan. Lebam, lecet bahkan luka sobek biasa Stacy terima sebagai luapan emosi Loui. Berdasarkan janji pernikahan yang Loui junjung, akan selalu bersama dalam senang maupun lara, Loui seolah bebas melakukan apapun pada Stacy, karena berpikir sang istri tidak akan pergi meninggalkannya. Iya, Stacy adalah seorang wanita yang sangat dapat di percaya, tak pernah dalam hidupnya melanggar suatu perjanjian atau ucapan apapun. Tapi Loui lupa, bahkan setelah menikahpun belum tentu sang istri menjadi jodoh seumur hidupnya, dalam artian semua bisa diputuskan. Loui juga lupa, bahwa Stacy adalah sosok manusia biasa yang memiliki banyak impian di masa depan, dengan segala rasa optimisnya untuk meraih masa depan, Stacy dengan yakin meninggalkan Loui yang hanya memberinya luka. Jika dia tidak berhenti sekarang, maka dia akan segera mati kemudian. Rumah sakit dan jarum jahit sudah menjadi hal yang wajar untuk Stacy. Setelah melihat dirinya dalam kesakitan, kata maaf dan tangis selalu dia terima dari Loui. Berjanji tidak akan saling menyakiti adalah sebuah janji yang dapat diibaratkan dengan menulis di atas pasir pantai. Akan segera hilang di hempas oleh air laut. Hingga Loui dia membaca surat yang di tuliskan Stacy. Seolah di tampar oleh ingatannya sendiri, setiap kelakuannya berputar bagai roll film dalam pikirannya. Tangis, teriakan minta ampun, darah, air mata hanya itu yang selalu dia berikan pada istrinya. Dibunuh secara perlahan, itulah yang Stacy rasakan. Dia ingin hidup, dia ingin meraih masa depannya sendiri. Bahkan untuk menjadi sosok yang ingkar janji, Stacy akan lakukan itu. Kini Loui sadar, bahwa apa yang dia lakukan selama ini hanya melukai orang yang dia cintai. Salah, dia salah dalam memperlakukan istrinya. Sadar, sadar ketika yang di cintainya pergi. Sakit ketika mengingat sang istri pergi dengan hati yang di penuhi rasa sakit karena dirinya. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN