Jam yang bertengger di pergelangan tangan Taris sudah menunjukkan pukul lima sore. Namun El belum juga kembali ke kantor. Seharian Tarisa sibuk ini itu mengerjakan pekerjaan El, sedangkan El malah enak membolos kerja menemui Lexia. Rasanya ia ingin mengadukan sikap El kepada Kris. Tapi Taris harus berpikir panjang, baru saja ia bertengkar, yang ada jika ia mengadu, El akan semakin marah padanya. Hanya itu yang ada di pikiran Taris saat ini. Pintu ruangan terbuka, menampilkan sosok El yang datang dengan membawa beberapa map di tangan kanannya. Taris otomatis sewot, matanya menyiratkan bahwa ia kesal kepada El, "Kak El dari mana aja sih? Tadi aja ngelarang Taris buat nggak pulang. Tapi kak El sendiri nggak pulang-pulang dari rumah kak Lexia. Kak El egois banget?" Omel Taris meluapkan kekes

