"Tar! Mau kemana lo! Sini nggak lo!" Teriak El. Yang tentu tidak Taris pedulikan. El mengacak rambutnya frustasi, ada saja drama di setiap hubungannya dengan Taris. Sampai-sampai El berharap hubungannya dan Taris adem ayem tentrem. Terlalu banyak cobaan yang ia lalui. Kepalanya sudah pusing karena Lexia, sekarang Taris menambah sakit kepalanya. El berniat menyusul Taris, namun ia kehilangan jejak gadis itu. Ia sudah menjadi perhatian karyawan kantor karena celingak-celinguk memperhatikan sekeliling. Menyerah, akhirnya El mengirim pesan kepada Taris. To : Tarisa Di mana lo! Tak ada jawaban. Akhirnya El menelepon Tarisa. Tapi tak diangkat. Kembali, El mengirimi Tarisa pesan. To : Tarisa Gausah macem-macem. Bilang di mana lo sekarang atau habis sama gue lo. Di lain sisi, Tarisa yang m

